Pelayanan

Melayani Tuhan untuk mendapatkan surga bukan ajaran agama Kristen. Kepuasan tidak dapat ditemukan pada mendapatkan, tetapi hanya dalam hubungan pribadi dengan Tuhan. – Oswald Chambers, dari Shade of His Hand in The Complete Works of Oswald Chambers

——————–

Sesungguhnya jauh lebih baik untuk memenuhi maksud-tujuan Allah dalam hidup Anda dengan memahami kehendak-Nya dari pada melakukan tindakan pengorbanan diri yang hebat (dalam pelayanan).” – Oswald Chambers

——————–

“Memang lebih mudah mengorbankan diri (dalam pelayanan) dari pada melaksanakan tugas rohani Anda, yang dinyatakan dalam Roma 12:1-2.” – Oswald Chambers

——————-

“Karakter indah yang sejati yang menyatakan kemuliaan Allah selalu tidak disadari oleh orang yang bersangkutan. Pengaruh yang disadari merupakan kesombongan dan tidak kristiani. Jika saya bertanya pada sendiri apakah saya sedang dipakai oleh Allah, maka ketika itu juga saya kehilangan keindahan dan kesegaran jamahan Tuhan” – Oswald Chambers


“Bila kesetiaan Anda dihadapkan dengan konflik, selalulah mentaati Yesus Kristus berapapun harganya yang harus dibayar.” – Oswald Chambers


“Pekerja Kristen haruslah menjadi “perantara” yang kudus. Ia harus dipersatukan sedemikian erat dengan Tuhannya dan realitas penebusan-Nya, kehadiran nyata Kristus memenuhi setiap aspek kehidupannya, sehingga Kristus dapat secara terus-menerus membawa kehidupan-Nya yang membangun dan membaharui mengalir melalui dia dalam pelayanannya.” – Oswald Chambers


“Dalam pengudusan, orang yang telah lahir baru dengan sengaja menyerahkan hak atas dirinya sendiri kepada Yesus Kristus, dan mempersatukan diri sepenuhnya dengan pelayanan Allah kepada orang lain”. Oswald Chambers


“Tugas kita sebagai pekerja untuk Allah adalah membuka mata manusia agar mereka dapat berpaling dari kegelapan kepada terang”. – Oswald Chambers


Kita cenderung menempatkan keberhasilan dalam pekerjaan kristiani sebagai tujuan kita, padahal tujuan kita seharusnya adalah memperlihatkan kemuliaan Allah dalam kehidupan manusia, untuk menghayati kehidupan yang “tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah” dalam kondisi kemanusiaan kita setiap hari (Kolose 3:3).  – Oswald Chambers


Apakah kasih saya kepada Yesus sekarang masih meluap-luap seperti pada mulanya …. Atau saya menimbang-nimbang berapa banyak kehormatan yang saya terima untuk pelayanan yang harus saya berikan kepada-Nya. – Oswald Chambers, My Utmost for His Highest


Banyak pelayan memulai melayani Allah dengan keteguhan hati yang besar dan dengan motif yang benar. Akan tetapi, tanpa persekutuan yang akrab dengan Yesus Kristus, mereka akan segera terkalahkan. – Oswald Chambers, My Utmost for His Highest


Jika kita bermaksud melayani Allah dan melakukan pekerjaan-Nya, kehilangan hubungan yang berlanjut dengan Dia, menyebabkan tanggung jawab yang kita rasakan akan terlampau berat dan mengalahkan kita. Akan tetapi, jika kita menyerahkan kembali hanya kepada Allah beban-beban yang diletakkan-Nya ke atas kita, Dia akan mengambil rasa tanggung jawab yang besar tersebut, menggantikannya dengan kesadaran dan pengertian akan diri-Nya dan hadirat-Nya. – Oswald Chambers, My Utmost for His Highest


Seorang pelayan Kristus ialah seorang yang senantiasa memandang wajah Allah dan kemudian pergi berbicara kepada orang lain. -Oswald Chambers, My Utmost for His Highest 


Pelayanan Kristus ditandai oleh suatu kemuliaan yang tak kunjung hilang yang sama sekali tidak disadari oleh pelayan tersebut – seperti Musa yang “… tidak …tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan Tuhan” (Keluaran 34:29). – Oswald Chambers, My Utmost for His Highest


Rahasia hidup pelayan adalah bahwa dia tetap hidup selaras dengan Tuhan sepanjang waktu. – Oswald Chambers, My Utmost for His Highest


Banyak kali, sebelum melayani, kita datang dengan pertimbangan ekonomi kita: “Sekiranya Allah menghendaki aku pergi ke sana, bagaimana dengan gajiku? Bagaimana iklim di sana? Bagaimana disana selanjutnya? Bukankah seseorang harus mempertimbangkan semua hal ini!” Semua ini merupakan pertanda bahwa kita melayani Tuhan dengan syarat-syarat. Akan tetapi, rasul Paulus tanpa syarat-syarat – tanpa reserve. – Oswald Chambers, My Utmost for His Highest


“Waspadalah membuat keberhasilan dipakai Allah (usefulness) sebagai dasar daya tarik. – itu relatif. Yang penting adalah karya yang diperbuat Allah melalui kita, bukan apa yang kita lakukan untuk Dia”.– Oswald Chambers, My Utmost for His Highest

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s