Visi Spiritual Melalui Kesucian Pribadi ( 2 )

 

 

Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. – Wahyu 4:1

Suatu tingkat keadaan pikiran dan penglihatan rohani hanya dapat dicapai melalui peningkatan latihan sifat/karakter pribadi. Jika Anda hidup sesuai dengan yang tertinggi dan terbaik yang Anda ketahui dalam hidup Anda, maka Allah akan senantiasa berkata kepada Anda, “Sahabat, naiklah lebih tinggi lagi”.

Juga ada kaidah yang terus berlanjut dalam yang pencobaan agar Anda dapat naik lebih tinggi. Ketika Anda naik dan berada lebih tinggi, Anda akan menghadapi pencobaan lain dan masalah karakter. Baik Allah maupun Iblis menggunakan strategi peninggian, tetapi Iblis menggunakannya dalam pencobaan, dan dengan hasil yang sedikit berbeda.

Bila iblis menempatkan Anda ke suatu tempat tertentu, dia membuat Anda percaya bahwa apa yang disebut kesucian adalah diatas dari apa yang dapat ditanggung dan dicapai oleh “darah dan daging”. Hidup Anda menjadi seperti suatu pertunjukan akrobatik spiritual diatas suatu menara dimana. Anda mencoba menjaga keseimbangan dan tidak berani bergerak.

Tetapi bila Allah mengangkat Anda dengan Augerah-Nya ke tempat surgawi, Anda akan menemukan suatu dataran luas yang memudahkan Anda bergerak dengan mudah.

Bandingkan minggu ini dalam hidup rohani Anda dengan minggu yang sama pada tahun yang lalu untuk melihat bagaimana Allah telah memanggil Anda menuju tingkat yang lebih tinggi. Kita semua telah dibawa untuk melihat dari sudut pandang yang lebih tinggi.

Jangan biarkan Allah menunjukkan suatu kebenaran kepada Anda, tetapi Anda tidak segera hidup atasnya, menerapkannya dalam hidup Anda. Hendaklah Anda selalu menjalankannya dan tinggallah di dalam terangnya.

Pertumbuhan Anda dalam anugerah diukur tidak dengan kenyataan bahwa Anda tidak berbalik (dari Allah), tetapi bahwa Anda mempunyai wawasan dan pemahaman tentang kedudukan rohani Anda sekarang. Sudahkah Anda mendengar Allah berkata, “Naiklah lebih tinggi”, yang terdengar bukan secara lahiriah, melainkan secara batiniah paling dalam?

”Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini …?” (Kejadian 18:17). Allah akan menyembunyikan dari kita apa yang diperbuat-Nya, sampai,  seiring dengan pertumbuhan sifat/karakter pribadi kita, kita mencapai tingkat dimana Dia dapat mengungkapkannya pada kita.

 

Alkitab setahun: Hakim-hakim 1-3; Lukas 4:1-30

mu160327

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s