Visi Rohani Melalui Kesucian Pribadi (1)

mu150326_kesucian_hub dg allah

 

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah” (Matius 5:8).

KESUCIAN (KJV, purity) bukanlah keadaan tidak bersalah atau tidak berdosa — kesucian jauh lebih dari hal itu. Kesucian adalah akibat keserasian rohani bersinambungan dengan Allah.

Kita harus tumbuh dalam kesucian. Hidup kita bersama Allah mungkin benar dan kesucian batin kita tidak bercela. Namun terkadang hidup lahiriah kita mungkin cacat dan ternoda. Allah sengaja tidak melindungi kita dari kemungkinan ini, karena inilah cara kita menyadari perlunya memelihara visi rohani kita melalui kesucian pribadi (personal purity).

Jika tataran luar dari hidup rohani kita bersama Allah terganggu sedikit saja, kita harus terlebih dahulu membereskannya. Ingatlah bahwa visi rohani bergantung pada karakter kita – yaitu “orang yang suci hatinya” yang “melihat Allah”.

Allah membuat kita suci dengan tindakan anugerah-Nya yang berdaulat, tetapi kita harus selalu berjaga. Karena, melalui hidup lahiriah kita yang berhubungan dengan orang lain dan dengan sudut pandang berbeda maka kita cenderung untuk menjadi ternoda. Bukan hanya “ruang suci batiniah” kita yang harus dipelihara benar di hadapan Allah, tetapi juga “pelataran luar” atau lahiriah kita harus dipelihara dalam keserasian sempurna dengan kesucian yang diberikan Allah kepada kita melalui anugerah-Nya.

Visi dan pengertian rohani kita segera menjadi kabur bila segi lahiriah kita tercemar. Jika kita ingin memelihara keakraban pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus, maka itu akan berarti menolak untuk melakukan atau bahkan memikirkan hal-hal tidak berkenan kepada-Nya. Termasuk beberapa hal yang akseptabel, yang “baik-baik saja koq” bagi orang lain, namun tidak akseptabel untuk kita.

Petunjuk praktis dalam memelihara kesucian pribadi Anda tidak tercela dalam hubungan Anda dengan orang lain adalah mulai melihat mereka seperti Allah melihatnya. Katakanlah kepada diri Anda sendiri, “Dia itu sempurna dalam Kristus Yesus! Sahabat ini sempurna dalam Kristus Yesus!”

 

Alkitab setahun: Josua 22-24; Lukas 3

mu160226

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s