Tidak Adakah Kesalah-pengertian?

mu130304_gods will

 

Mari kita kembali lagi ke Yudea.” Murid-murid itu berkata kepada-Nya: ’…. masih maukah Engkau kembali ke sana?” (Johanes 11:7-8)

HANYA karena saya tidak mengerti ucapan Yesus, saya tidak berhak menentukan bahwa Dia pasti keliru dalam perkataan-Nya. Itu pandangan yang berbahaya, dan tidak benar untuk berpikir bahwa ketaatan saya terhadap petunjuk Allah akan mendatangkan penolakan bagi  Yesus. Satu-satunya hal yang akan mendatangkan penolakan adalah ketidak-patuhan itu sendiri.

Menempatkan pandangan saya tentang kehormatan-Nya diatas apa yang menjadi tuntunan-Nya kepada saya untuk dilakukan adalah tidak pernah benar, walaupun mungkin hal itu tercetus dari hasrat untuk mencegah Dia dihinakan di depan umum. Saya tahu apakah petunjuk-petunjuk-Nya datang dari Allah ketika hal itu datang secara tetap (persistent).

Akan tetapi, bila saya mulai mempertimbangkan pro dan kontra, serta kebimbangan dan argumentasi menyurup kedalam pikiran saya, maka saya membawa masuk (dalam pikiran saya) unsur yang bukan dari Allah. Hal ini hanya akan berakibat pada kesimpulan saya bahwa petunjuk-petunjuk-Nya kepada saya adalah tidak benar.

Banyak di antara kita yang teguh pada gagasan kita tentang Yesus Kristus, tetapi berapa banyakkah di antara kita yang setia kepada Yesus? Setia kepada Yesus berarti saya harus tetap melangkah bahkan ketika saya tidak dapat melihat apa pun (lihat Matius 14:29). Akan tetapi, kesetiaan pada gagasan saya sendiri menunjukkan bahwa sayalah yang pertama-tama secara mental menentukan jalan yang saya tempuh

Namun, iman bukanlah pengertian intelektual; iman adalah komitmen kepada Pribadi Yesus Kristus, walaupun saya tidak dapat melihat jalan yang terbentang di depan.

Adakah Anda berargumentasi tentang pilihan antara harus mengambil langkah iman dalam Yesus atau harus menanti sampai Anda dapat melihat dengan jelas cara bagaimana mengerjakan hal yang diminta-Nya?

Patuhilah Dia dengan sukacita yang tidak terkekang. Bila Dia mengatakan sesuatu kepada Anda dan Anda mulai berargumentasi, itu terjadi karena Anda salah mengerti mengenai hal menghormati Dia dan apa yang tidak.

Setiakah Anda kepada Yesus, atau setiakah Anda kepada gagasan Anda tentang Dia? Setiakah Anda pada ucapan-Nya ataukah Anda berusaha mengkompromikan kata-kata-Nya dengan pikiran-pikiran yang tidak pernah bersumber dari Dia? “Apa yang dikatakan-Nya kepadamu, lakukanlah itu!” (Yohanes 2:5).

 

Alkitab setahun: Hakim-hakim 4-6: Lukas:31-44

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s