Terang Yang Tidak Pernah Pudar

mu160422_pelayan.jpg

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung... (2 Korintus 3:18).

SEORANG hamba Allah harus sedemikian sering mengambil sikap dan waktu menyendiri sehingga dia tidak pernah sadar bahwa dia sendirian.

Pada tahap awal kehidupan Kristen, kekecewaan akan datang — orang-orang yang tadinya semangat menjadi memudar, dan mereka yang tadinya sejalan dengan kita, pergi.

Kita harus terbiasa dengan hal itu sehingga kita bahkan tidak sadar bahwa kita sedang dalam keadaan seorang diri. Paulus berkata, “...tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku… tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku” (2 Timotius 4:16-17).

Kita harus membangun iman kita bukan berdasarkan terang yang akan pudar, melainkan berdasarkan Terang yang tidak pernah redup atau gagal. Bila orang-orang ”penting” dalam hidup kita pergi kita menjadi sedih, sampai kita memahami maksud kepergiannya, sehingga satu-satunya tindakan yang harus kita lakukan hanyalah memandang wajah Allah.

Jangan membiarkan apapun menghalangi Anda dengan tekad bulat memandang wajah Allah, baik yang berkaitan dengan diri Anda maupun doktrin Anda. Dan setiap kali Anda berkhotbah pastikanlah bahwa Anda terlebih dahulu memandang wajah Allah tentang isi khotbah itu, maka kemuliaan-Nya akan tetap terasa sepanjang pemberitaan Firman itu.

Seorang pelayan Kristus ialah seorang yang senantiasa memandang wajah Allah dan kemudian pergi berbicara kepada orang lain. Pelayanan Kristus ditandai oleh suatu kemuliaan yang tak kunjung hilang yang sama sekali tidak disadari oleh pelayan tersebut – seperti Musa yang “… tidak …tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan Tuhan (Keluaran 34:29).

Kita tidak pernah dipanggil untuk menunjukkan kebimbangan kita keluar atau mengekspresikan sukacita dan kegembiraan tersembunyi dalam hidup kita bersama Tuhan. Rahasia hidup pelayan adalah bahwa dia tetap hidup selaras dengan Tuhan sepanjang waktu.

Alkitab setahun: 2 Samuel 14-15; Lukas 17:1-19

mu160422

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s