Siap Sedialah Selalu

mu140425_inspiration

Siap sedialah baik atau tidak baik waktunya“(2 Timotius 4:2).

BANYAK di antara kita menderita kecenderungan ketidak-siapan pada keadaan yang “tidak baik waktunya”. Masalahnya bukan mengacu kepada waktu, melainkan mengacu kepada kita.

Ayat ini mengatakan, “Beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya.” Dengan kata lain, kita harus “siap sedia” apakah kita menginginkannya atau tidak. Jika kita hanya melakukan hal yang ingin kita lakukan, maka sebagian dari kita takkan pernah melakukan apa-apa.

Ada sebagian orang yang sama sekali tidak layak/siap kerja secara rohani. Mereka secara rohani mandek dan lemah, dan mereka enggan berbuat apa pun jika mereka tidak (merasa) terinspirasi secara adikodrati. Mestinya, bukti bahwa hubungan kita benar dengan Allah ialah kita berbuat sebaik-baiknya, entah pada saat kita merasa terinspirasi atau tidak.

Salah satu jerat terburuk yang kedalamnya seorang pekerja Kristen dapat jatuh adalah terobsesi dengan saat-saat mendapat pengilhalam yang luar biasa. Bila Roh Allah memberi Anda suatu waktu untuk memperoleh ilham dan pengertian yang mendalam, Anda cenderung untuk berkata, “Sekarang, aku mengalami pengilhaman seperti saat ini, aku akan selalu seperti ini bagi Allah.”

Tidak, Anda tidak akan selalu mendapat saat seperti itu dan Allah akan memastikan hal itu. Saat-saat seperti itu merupakan karunia Allah. Anda tidak dapat menentukannya bagi diri Anda dan kapan Anda mengehendakinya.

Apabila Anda berkata bahwa Anda hanya paling baik/siap dipakai Allah pada saat-saat pengilhaman khusus seperti itu, maka Anda sesungguhnya menjadi suatu beban saja bagi-Nya. Karena Anda takkan pernah melakukan apa-apa kecuali Allah tetap membuat Anda merasakan ilham atau inspirasi-Nya sepanjang waktu.

Jika Anda memberhalakan saat-saat terbaik Anda, maka Anda akan mendapati bahwa Allah akan berangsur-angsur jauh dari hidup Anda, dan tidak pernah kembali sampai Anda taat patuh dalam pekerjaan yang telah diberikan-Nya kepada Anda, dan sampai Anda belajar untuk tidak terobsesi dengan saat-saat khusus yang telah diberikan-Nya kepada Anda.

Alkitab setahun: 2 Samuel 21-22; Lukas 18:24-43

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s