Sampai Disana (2)

mu150612_muridsesungguhnya

 

”Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” (Yohanes 1:38-39)

ADA nats mengatakan, ”…hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia ….. ” (Yohanes 1:39). Itulah yang sering kita lakukan. Kita tinggal bersama Dia tetapi hanya untuk waktu yang singkat, kemudian kita masuk ke kenyataan hidup sesungguhnya. Kepentingan-diri kita mengemuka, dan waktu tinggal bersama Dia berlalu. Namun perlu disadari, sesungguhnya tidak ada situasi kehidupan dimana kita tidak dapat tinggal di dalam Dia.

Engkau Simon, … engkau akan dinamakan Kefas” (Yohanes 1:42). Yesus memberi nama baru untuk Petrus. Allah juga mau menulis nama baru kita, tapi hanya di tempat-tempat dalam hidup kita di mana Dia telah menghapus kesombongan kita, pengadalan-diri, dan kepentingan diri (self interest).

Beberapa dari kita memiliki nama baru yang tertulis hanya pada tempat-tempat tertentu, disana-sini, seperti cacar rohani. Dan dalam segi kehidupan tertentu kita tampak baik-baik saja. Dan ketika berada dalam suasana atau mood rohani paling baik, Anda pikir kita seperti layaknya orang kudus paling berkualitas. Tetapi jangan coba lihat ketika kita tidak dalam suasana hati seperti itu — menyedihkan.

Seorang murid yang sesungguhnya adalah seseorang yang mempunyai nama baru yang ditulis di seluruh segi kehidupannya — dimana kepentingan diri, kesombongan dan pengandalan diri telah terhapus seluruhnya.

Kesombongan adalah pengilahian diri sendiri. Dan sebagian kita dewasa ini melakukannya, bukan seperti orang Farisi, melainkan seperti pemungut cukai (lihat Lukas 18:9-14).

Apabila Anda berkata, “Ah, aku bukan orang kudus”, dapat diterima dari sudut kesombongan manusiawi, tetapi tanpa disadari mengatakan demikian merupakan hujatan terhadap Allah. Anda menolak Allah untuk menjadikan Anda seorang kudus, seolah-olah berkata, “Aku terlalu lemah dan hopeless, saya  ada di luar jangkauan penebusan Salib Kristus”.

Mengapa Anda bukan seorang kudus? Hanya dua kemungkinan sebabnya: Karena Anda tidak ingin menjadi seorang kudus, atau karena Anda tidak percaya bahwa Allah dapat menjadikan Anda seorang kudus. Anda boleh jadi bilang, bahwa sesungguhnya lebih baik jika Allah menyelamatkan Anda dan menjemput Anda langsung ke surga. Memang itu akan dilakukan-Nya! Yesus berkata tentang Bapa-Nya dan diri-Nya sendiri, “… Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia” (Yohanes 14:23).

Jangan membuat persyaratan-persyaratan atas hidup Anda — biarkanlah Yesus menjadi segala-galanya bagi Anda, maka Dia akan membawa Anda ke rumah Bapa bersama Dia bukan hanya untuk sehari, tetapi untuk selama-lamanya.

 

Alkitab setahun: Ezra 3-5; Yohanes 20

mu160612

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s