Pintu Masuk ke Kerajaan Allah

mu140721

 

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah…” (Matius 5:3)

WASPADALAH terhadap pemikiran bahwa Tuhan kita hanyalah seorang guru. Jika Yesus Kristus hanya seorang guru, maka hal yang dapat dilakukan-Nya hanya akan mengecewakan saya, dengan menetapkan tolok ukur yang tidak dapat saya capai.

Apa gunanya menyuguhkan kepada saya suatu ideal atau cita-cita mulia semacam itu jika saya tidak mungkin mencapainya? Saya akan lebih senang jika tidak pernah mengetahuinya.

Apa gunanya menyuruh saya menjadi orang yang tidak pernah dapat saya capai — yang “suci hatinya” (Matius 5: 8), dan melakukan hal yang lebih daripada kewajiban saya, atau mengabdi sepenuhnya kepada Allah?

Saya harus mengenal Yesus Kristus sebagai Juruselamat saya pribadi, sebelum ajaran-Nya mempunyai makna bagi saya dan tidak hanya berupa ideal yang hanya membawa pada keputusasaan. Akan tetapi, bila saya dilahirkan kembali oleh Roh Allah, saya tahu bahwa Yesus Kristus tidak datang hanya untuk mengajar — Dia datang untuk menjadikan saya seperti yang diajarkan-Nya.

Penebusan berarti bahwa Yesus Kristus dapat menempatkan dalam diri seseorang nature yang sama dengan yang menguasai hidup-Nya sendiri, dan semua tolok ukur yang Allah berikan kepada kita dilandasi oleh sifat tersebut.

Ajaran khotbah di Bukit menghasilkan perasaan putus asa pada diri kita sebagai manusia biasa (natural man) — tepat seperti apa yang dimaksudkan oleh Yesus. Selama kita mempunyai gagasan merasa diri benar atau lebih baik dan bahwa kita dapat melaksanakan ajaran Tuhan kita, Allah akan membiarkan kita terus bersikap demikian sampai kita menelanjangi kebodohan kita sendiri melalui pengalaman tersandung dan tersandung melalui berbagai rintangan dalam perjalanan kita. Hanya dengan demikian kita baru bersedia datang kepada-Nya sebagai seorang miskin dan papa,  dan menerima dari Dia.

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah …” Inilah asas pertama dalam Kerajaan Allah. Landasan yang mendasari kerajaan Yesus Kristus ialah kemiskinan, kepapaan, bukan kepemilikan: bukan keputusan bagi Yesus, melainkan sadar akan kegagalan mutlak kita sehingga kita akhirnya hanya dapat datang dan mengatakan,”Tuhan, aku bahkan tidak dapat memulai melakukannya”. Lalu Yesus akan berkata, “Berbahagialah kamu… ” (Matius 5:11).

Inilah pintu masuk menuju kerajaan Allah. Dan dibutuhkan waktu lama untuk percaya bahwa kita miskin dan papa. Tetapi pengetahuan dan kesadaran akan kemiskinan kita, itulah yang membawa kita ke tempat yang tepat dimana Yesus Kristus dapat mengerjakan karya-Nya dengan penuh dalam diri kita.

Alkitab setahun: Mazmur 29-30; Kisah Rasul 23:1-5

mu160721

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s