Pertobatan

mu151207_keinsafan dosa.jpg

 

 

“Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan...” (2Korintus 7:10).

KEINSAFAN akan dosa dengan baik digambarkan dengan kata-kata:

Dosa-dosaku, dosa-dosaku, Penebusku,
Betapa duka hati-Mu karenanya.
 

Keinsafan akan dosa adalah awal dari suatu pemahaman akan Allah. Yesus Kristus berkata bahwa ketika Roh Kudus datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa (lih. Yohanes 16:8).

Dan ketika Roh Kudus mengerakkan hati nurani seseorang dan membawanya masuk kedalam hadirat Allah, Ia bukannya mengkhawatirkan hubungannya dengan sesama tetapi hubungannya dengan Allah – “Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa…” (Mazmur 51:6).

Keajaiban keinsafan akan dosa, pengampunan dan kekudusan begitu saling terpaut sehingga hanya orang yang diampuni yang menjadi kudus. Ia membuktikan ia diampuni dengan berbalik dari apa yang ia lakukan sebelumnya, dengan anugerah Allah. Pertobatan selalu menuntun seseorang untuk berkata, “Saya telah berdosa.” Tanda paling pasti bahwa Allah sedang bekerja dalam hidupnya adalah ketika dia mengatakan hal itu dan itu dari hatinya yang terdalam. Kurang dari itu hanyalah berupa penyesalan karena karena telah berbuat kesalahan-kesalahan yang bodoh – tindakan reflek yang disebabkan oleh kemuakan terhadap diri sendiri, tetapi bukan karena keinsafan keberdosaan terhadap Allah.

Jalan masuk Kerajaan Allah adalah melalui pedihnya luka dalam pertobatan yang berbenturan dengan “kebaikan” manusia. Kemudian Roh Kudus, yang menghasilkan pergumulan ini, memulai pembentukan Anak Allah dalam kehidupan orang itu (lih. Galatia 4:19).

Hidup baru akan tampak dalam pertobatan yang dilakukan dengan sadar, disertai dengan kekudusan yang tidak disadari, tidak pernah dengan cara sebaliknya.

Dasar dari kekristenan adalah pertobatan. Secara tegas perlu diketahui, seseorang tidak dapat bertobat karena dia memilih untuk bertobat — pertobatan adalah karunia Allah. Kaum Puritan dulu berdoa untuk “karunia air mata”.

Jika Anda berhenti memahami nilai pertobatan, Anda membiarkan diri tetap dalam dosa. Ujilah diri  Anda sendiri untuk mengetahui apakah Anda telah melupakan bagaimana menjadi seorang petobat sejati.

 

Alkitab setahun: Daniel 5 – 6; 2 Johanes 1

mu151207

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s