Pengudusan (1)

mu160722_pengudusan

 

“Inilah kehendak Allah: Pengudusanmu … “(1 Tesalonika 4:3)

Sisi Kematian. Dalam pengudusan, Allah harus berurusan dengan kita pada sisi kematian dan sisi kehidupan. Pengudusan menuntut kita sampai ke tempat kematian, tetapi banyak diantara kita menghabiskan waktu disana sehingga kita menjadi tidak sehat (rohani).

Selalu ada pergumulan berat sebelum pengudusan terwujud — sesuatu di dalam kita menolak tuntutan-tuntutan Kristus. Bila Roh Kudus mulai menunjukkan kepada kita makna pengudusan, pergumulan itu segera dimulai. Yesus berkata, ”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci … nyawanya sendiri … ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:26).

Dalam proses pengudusan, Roh Allah akan menelanjangi saya sampai tidak ada yang tersisa kecuali diri saya yang sesungguhnya. Dan itulah tempat kematian.

Apakah saya sedia menjadi diri saya sendiri dan tidak lebih dari itu? Apakah saya sedia tidak mempunyai sahabat, ayah, saudara dan tidak mempunyai kepentingan diri — hanya siap untuk kematian?

Itulah persyaratan yang dituntut untuk pengudusan. Tidak mengherankan bila Yesus bersabda, “Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang (Matius 10:34).

Disinilah tempat pegumulan itu timbul, dimana banyak diantara kita menjadi bimbang. Kita menolak untuk dipersatukan dengan kematian Yesus Kristus. Kita berkata, “Hal ini terlalu keras. Pasti Dia tidak menuntut itu dari padaku”. Tuhan kita itu memang keras, dan Dia menuntut hal itu dari kita.

Apakah saya sedia meniadakan diri saya hingga menjadi “saya” saja? Apakah saya cukup berketetapan untuk melucuti diri dari semua pendapat sahabat dan dari pendapat saya sendiri tentang diri saya? Apakah saya sedia dan bertekad untuk menyerahkan diri saya sepenuhnya seperti adanya kepada Allah?

Jika saya bersedia maka Dia akan segera menguduskan saya sepenuhnya, dan hidup saya akan bebas dari semua kecendrungan dan keterikatan terhadap apa pun kecuali Allah (lihat 1 Tesalonika 5:23-24).

Bila saya berdoa, ”Tuhan, tunjukkan makna pengudusan bagiku,” saya percaya Dia akan menunjukkannya kepada saya. Itu berarti dijadikan satu dengan Yesus.

Pengudusan bukanlah sesuatu ditaruhkan Yesus ke dalam diri saya — pengudusan ialah Dia sendiri di dalam saya (lihat 1 Korintus 1:30).

 

Alkitab setahun: Mazmur 31-32; Kisah Rasul 23:16-35

mu160722

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s