Pengorbanan Yang Sejati dan Kudus

mu_160902_kesuksesan

Siapa saja yang percaya kepada-Ku …….: dari dalam hatinya akan mengalir …..” (Yohanes 7:38)

YESUS tidak berkata, “Siapa saja yang percaya kepada-Ku akan menyadari semua berkat-berkat kepenuhan Allah” tetapi, dalam esensinya, “Siapa saja yang percaya kepada-Ku dari padanya akan mengalir segala sesuatu yang diterimanya”.

Ajaran Tuhan kita selalu anti pemanifestasian diri-sendiri (self realization). Tujuan-Nya bukanlah pengembangan diri seseorang; tujuan-Nya adalah menjadikan seseorang tepat seperti diri-Nya; dan Anak Allah bersifat siap memberikan diri-Nya.

Jika kita percaya kepada Yesus, maka yang penting bukanlah hal yang kita peroleh, melainkan hal yang dicurahkan-Nya melalui kita. Maksud Allah bukanlah menjadikan kita buah anggur yang bagus dan bernas, melainkan untuk menjadikan kita buah anggur agar Dia dapat memeras manisnya – the sweetness, dari kita.

Hidup rohani kita tidak dapat diukur dengan kesuksesan, seperti dunia mengukurnya, tetapi hanya dengan hal yang dicurahkan Allah melalui kita — dan kita tidak dapat mengukurnya sama sekali.

Ketika Maria dari Betani memecahkan leher botol pualam berisi  minyak narwastu murni yang mahal harganya dan mencurahkan minyak itu ke atas kepala Yesus, itu adalah tindakan yang tidak seorangpun memandangnya sebagai kejadian istimewa; malah faktanya, “ ….. beberapa orang … berkata, ‘Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?’” (lihat Markus 14:3-4). Akan tetapi Yesus memuji Maria untuk tindakan pengabdiannya yang luar biasa tersebut dan berkata, “…dimana saja Injil diberitakan diseluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia” (Markus 14:9).

Tuhan kita penuh dengan sukacita yang meluap-luap bila Dia melihat kita bertindak seperti Maria — tidak terikat pada seperangkat aturan ini dan itu, tetapi menyerah sepenuhnya kepada-Nya. Allah mencurahkan kehidupan Anak-Nya “supaya dunia diselamatkan melalui Dia” (Yohanes 3:17).

Adakah kita bersedia mencurahkan hidup kita bagi-Nya? “Siapa saja yang percaya kepada-Ku ….: dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” – dan ratusan hidup orang lain disegarkan terus-menerus.

Inilah saatnya bagi kita memecahkan “botol pualam” kehidupan kita, berhenti mencari kepuasan diri sendiri, dan mencurahkan hidup yang kita terima daripada-Nya.

Tuhan bertanya kepada kita siapakah diantara kita yang mau melakukan ini bagi-Nya.

 

Alkitab dalam satu tahun: Mazmur 137-139; 1 Korintus 13

mu160902

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s