Pengalaman atau Kebenaran yang Dinyatakan oleh Allah?

 

mu151221_pengalamaniman.jpg

 

“Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita”. 1 Korintus 2:12

Pengalaman saya tidaklah yang membuat penebusan real atau nyata – penebusan itulah realitas. Penebusan tidak memiliki arti nyata bagi saya sampai hal itu bekerja melalui kehidupan sadar saya.

Ketika saya dilahirkan kembali, Roh Allah membawa saya melalmpaui diri saya dan pengalaman saya, dan menyatukan saya dengan Yesus Kristus.

Jika saya hanya tergantung dengan pengalaman pribadi saya, maka saya akan memiliki sesuatu yang tidak dihasilkan oleh penebusan. Tapi pengalaman yang dihasilkan oleh penebusan membawa saya pada pada kenyataan yang melampaui diri sendiri, ke titik dimana tidak lagi memperhatikan pengalaman sebagai dasar realitas. Sebaliknya, saya melihat bahwa hanya realitas itu sendiri menghasilkan pengalaman. Pengalaman saya tidak berarti apa-apa kecuali hal itu membuat tetap pada Sumber kebenaran — Yesus Kristus.

Jika Anda mencoba untuk “menahan” Roh Kudus dalam diri Anda, dengan keinginan menghasilkan pengalaman spiritual batiniah yang lebih dalam, Anda akan menemukan bahwa Dia akan melepaskan cengkeraman tersebut dan membawa Anda kembali ke Kristus sejarah.

Jangan pernah mendambakan pengalaman yang tidak menempatkan Tuhan sebagai Sumbernya dan iman kepada Allah sebagai hasilnya. Jika Anda melakukannya, pengalaman Anda tidak kristiani, tidak peduli apa visi atau wawasan Anda yang mungkin Anda miliki.

Apakah Yesus Kristus, Tuhan dari pengalaman Anda, atau apakah Anda menempatkan pengalaman Anda di atas-Nya? Apakah pengalaman lebih berharga bagi Anda daripada Tuhan?

Anda harus membiarkan Dia menjadi Tuhan atas diri Anda, dan tidak memberi perhatian atas pengalaman apapun dimana Dia tidak menjadi Tuhan hidup Anda. Kemudian akan datang saatnya Allah akan membuat Anda tidak sabar dengan pengalaman Anda sendiri, dan Anda kemudian dapat dengan jujur mengatakan, “Saya tidak peduli dengan apa yang saya alami — saya mempercayai hanya Dia!”

Jadilah tanpa henti dan keras pada diri sendiri jika Anda berada dalam kebiasaan berbicara tentang pengalaman yang Anda miliki. Iman berdasarkan pengalaman bukan iman; hanya iman yang didasarkan pada kebenaran yang dinyatakan oleh Allah adalah iman yang sungguh.

 

Alkitab setahun: Mika 4-5; Wahyu 11

mu151221

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s