Pencobaan Yesus dan Pencobaan Kita

 mu_160918_pencobaan-dan-dosa

“Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibrani 5:15)

SEBELUM kita lahir baru, jenis pencobaan yang kita pahami ialah seperti yang disebutan Yakobus 1:14, “… tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.” Akan  tetapi melalui kelahiran baru kita kita diangkat kedalam alam baru dimana ada pencobaan-pencobaan lain untuk dihadapi, yaitu jenis pencobaan yang dihadapi Tuhan kita.

Pencobaan-pencobaan Yesus tidak menarik bagi kita sebagai orang yang tidak percaya karena hal-hal itu asing atau “tidak cocok” bagi sifat manusiawi kita. Pencobaan Yesus dan pencobaan kita berada dalam alam (realm) yang berbeda sampai kita dilahirkan baru dan menjadi saudara-Nya. Pencobaan Yesus tidak sama seperti pencobaan manusia biasa, melainkan pencobaan Allah sebagai manusia. Melalui kelahiran baru, Anak Allah menjelma, menjadi nyata, di dalam kita (lihat Galatia 4:19), dan di dalam kehidupan jasmani kita Dia mempunyai latar atau setting yang sama seperti dahulu ketika Dia dibumi.

Iblis tidak mencobai kita hanya untuk membuat kita melakukan hal yang  salah. Iblis mencobai kita untuk membuat kita kehilangan hal-hal yang ditaruhkan Allah di dalam kita melalui kelahiran baru, yaitu kemungkinan untuk menjadi berguna atau bernilai bagi Allah. Iblis tidak datang kepada kita dengan alasan untuk menggoda kita agar berdosa, melainkan dengan alasan untuk menggeser sudut pandang kita, dan hanya Roh Allah yang dapat mengenali hal ini sebagai percobaan dari iblis. Pencobaan berarti suatu ujian bagi apa yang kita miliki dalam batin kita, kekuatan rohani kita, oleh kuasa yang ada diluar kita dan asing bagi kita.

Ini membuat pencobaan dari Tuhan kita dapat dijelaskan. Sesudah Yesus dibaptis, setelah menerima tugas-Nya sebagai tokoh “yang menghapus dosa  dunia” (Yohanes 1:29), Dia “dibawa oleh Roh ke padang gurun” (Matius 4:1) untuk dicobai Iblis. Namun Dia tidak menjadi letih atau kepayahan. Dia mengalami pencobaan dengan “tidak berbuat dosa” dan Dia tetap memelihara semua milik sifat (nature) rohani-Nya seluruhnya utuh.

Alkitab dalam setahun: Amsal: 30-31; 2 Korintus 11: 1-15

mu160918

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s