Pelayanan dengan Penuh Semangat

mu150619_pengabdiankpdyesus

 

“… apakah engkau mengasihi Aku? … Gembalakanlah domba-domba-Ku(Yohanes 21:16)

YESUS tidak mengatakan agar membuat orang yang dilayani bertobat mengikuti jalan pikiran Anda. Tetapi Dia berkata agar Anda menggembalakan domba-domba-Nya, untuk menjaga agar mereka mendapat makanan dalam pengetahuan dan pengenalan akan Dia.

Kita menganggap pelayanan adalah apa yang kita lakukan dalam pekerjaan Kristen; namun bagi Yesus Kristus pelayanan adalah keberadaan kita dihadapan-Nya, bukannya apa yang kita kerjakan bagi-Nya – what we are to Him, not what we do for Him.

Pemuridan didasarkan semata-mata pada pengabdian kepada Yesus Kristus, bukan ketaatan pada suatu pengakuan atau ikrar tertentu. “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan dia tidak membenci…, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:26).

Dalam ayat ini, tidak ada penjelasan panjang lebar, dan tidak ada paksaan dari Yesus untuk mengikut Dia; Dia sebenarnya hanya berkata, “Jika kamu ingin menjadi murid-Ku, kamu harus mengabdi kepada-Ku.”

Seorang yang disentuh Roh Allah akan sampai pada pengakuan, “Sekarang aku melihat siapa Yesus itu sebenarnya!”: Melihat siapa Yesus sebenarnya, itulah sumber pengabdian.

Dewasa ini kita telah menggantikan keyakinan pribadi (personal belief), dengan keyakinan doktrinal (doctrinal belief). Dan itulah sebabnya banyak orang mengabdi kepada tujuan dan hanya sedikit yang mengabdi kepada Yesus Kristus. Banyak orang sebenarnya tidak mau mengabdi kepada Yesus Kristus, tetapi hanya kepada suruhan yang dimulai-Nya (dalam hati orang tersebut).

Yesus Kristus sangat menentang pemikiran terpelajar masa kini, yaitu mereka yang hanya menginginkan-Nya sebagai Sahabat mereka dan tidak bersedia menyambut dengan cara apapun yang lain. Ketaatan utama Tuhan kita Yesus adalah pada kehendak Bapa-Nya, tidak kepada kebutuhan orang-orang — penyelamatan jiwa-jiwa adalah hasil akhir sendirinya dari ketaatan-Nya kepada Bapa.

Jika saya mengabdi semata-mata atas alasan kemanusiaan, saya akan segera letih dan kepayahan, kehabisan tenaga dan sampai ke tahap di mana kasih saya goyah dan terbentur. Akan tetapi, jika saya mengasihi Yesus Kristus secara pribadi dan dengan penuh gairah, saya dapat melayani semua orang, walaupun orang-orang mungkin memperlakukan saya sebagai keset kaki.

Rahasia kehidupan seorang murid ialah pengabdian kepada Yesus Kristus, dan karakteristik dari hidup seperti itu adalah tampak lemah lembut dan tidak menonjol. Namun ia bagaikan biji gandum yang “jatuh ke dalam tanah dan mati” – ia itu akan tumbuh dan berobah menjadi hamparan pemandangan yang indah. (lihat Yohanes 12: 24).

 

Alkitab setahun: Nehemia 12-13; Kisah Rasul 4:23-37

mu150619

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s