Orang Percaya Yang Bertumbuh secara Rohani

mu140711

 

“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia … ” (Filipi 3:10)

SEORANG percaya tidaklah mengambil prakarsa ke arah pewujud-nyataan atau pengejawantahan diri (self-realization), melainkan ke arah pengenalan akan Yesus Kristus. Seorang percaya yang bertumbuh secara rohani tidak pernah menganggap bahwa situasi yang dialaminya hanya terjadi secara kebetulan, juga dia tidak pernah berpikir bahwa hidupnya terbagi dua, yaitu yang sekuler dan yang sakral. Dia memandang setiap situasi sebagai sarana untuk memperoleh pengenalan yang lebih baik akan Yesus Kristus, dan mempunyai sikap penyerahan total kepada-Nya.

Roh Kudus bertekad agar Yesus Kristus mengejawantah (menjadi jadi nyata) dalam setiap segi kehidupan kita, dan Dia setiap kali akan mengantar kita kembali ke titik ini, kembali dan kembali, sampai kita mencapainya. Setiap upaya self-realization hanya mengantar kepada pengagungan perbuatan baik sendiri, padahal seorang percaya harus memuliakan Yesus Kristus melalui perbuatannya.

Apa saja pun yang kita lakukan – bahkan makan, minum, atau pekerjaan “mencuci kaki murid” – kita harus mengambil prakarsa untuk menghayati dan mengenal Yesus Kristus di dalamnya. Setiap fase kehidupan kita harus bercermin dari kehidupan Yesus. Tuhan kita menyadari hubungan-Nya dengan Bapa bahkan dalam tugas yang paling kasar dan rendah. ”Yesus tahu … bahwa Ia datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah … mengambil sehelai kain lenan … dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya.” (Yohanes 13:3-5)

Tujuan dari orang percaya yang bertumbuh secara rohani ialah agar “mengenal Dia ….. ”.

Apakah saya menunjukkan bahwa saya mengenal Dia dimana saya ada hari ini? Jika tidak, maka saya sedang mengecewakan Dia. Saya tidak berada di disini untuk menyatkan diri asya (self realization), melainkan untuk mengenal Yesus Kristus.

Dalam pekerjaan Kristen, inisiatif dan motivasi kita sering kali hanya merupakan akibat dari kesadaran bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukan dan bahwa kita harus melakukannya. Namun sikap semacam itu bukan merupakan sikap seorang percaya yang bertumbuh secara rohani. Tujuannya adalah pewujud-nyataan Yesus Kristus dalam setiap keadaan atau situasi yang dialaminya.

 

Alkitab setahun: Mazmur 1-3; Kisah Rasul 17: 1-15

mu160711

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s