Ujian Iman

mu_161031_iman_ayub13_15.jpg

 

Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja… tidak akan ada yang mustahil bagimu” (Matius 17:20).

KITA berpikir bahwa Allah memberikan hadiah bagi kita atas iman kita, dan mungkin memang demikian pada awalnya. Namun sesungguhnya kita tidak mendapatkan apa-apa melalui iman — iman membawa kita kepada hubungan yang baik dengan Allah dan memberi-Nya kesempatan untuk bekerja dalam diri kita dan melalui kita.

Namun sering kali Allah harus membiarkan kita dalam pengalaman terpojok sebagai orang kudus-Nya agar kita dapat langsung berhubungan dengan Dia. Allah ingin Anda mengerti bahwa kita harus menjalani kehidupan iman, dan bukan sekadar kehidupan yang hanya menikmati berkat-berkat-Nya.

Awal dari kehidupan iman Anda adalah sangat sempit dan dengan ketegangan, dimana dengan masih sedikit pengalaman, emosi dan iman sama-sama berbaur, dan masa ini penuh dengan sukacita dan hal-hal yang indah. Kemudian Allah menarik berkat-berkat-Nya yang disadari untuk mengajar Anda “berjalan dalam iman” (2 Korintus 5:7). Dan sekarang Anda lebih berharga di mata-Nya dibandingkan ketika Anda di hari-hari penuh sukacita tersebut dengan kesaksian-kesaksian Anda yang begitu mengesankan.

Iman pada dasarnya haruslah teruji dan dicobai. Dan ujian yang sesungguhnya atas iman itu bukanlah bahwa kita menemukan sulit mempercayai Allah, namun bahwa karakter Allah harus terbukti sebagai dapat dipercayai dalam pemikiran kita sendiri. Iman yang diuji menjadi realitas harus mengalami masa-masa sulit yang boleh jadi terasa asing bagi kita.

Janganlah mencampur-adukkan ujian atas iman Anda dengan pendisiplinan hidup yang memang lazim, karena sebagian besar dari apa yang kita sebut sebagai ujian atas iman adalah bagian dari kehidupan yang tak dapat dielakkan.

Iman, sebagaimana diajarkan dalam Alkitab, adalah iman kepada Allah walaupun terdapat hal-hal yang berkontradiksi tentang Dia — sebuah iman yang berkata, “Aku akan tetap setia pada Allah apa pun yang mungkin Ia lakukan terhadapku.

Pernyataan atau ekspressi iman yang tertinggi dan terbaik dalam seluruh Alkitab adalah – “Sekalipun Allah akan mencabut nyawaku, aku akan tetap mempercayakan diriku kepada-Nya” (Ayub 13:15).

 

Alkitab setahun: Jeremia 22-23; Titus 1

mu161031

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s