Tidak Ada Lagi Hidup Lama – Oktober 23

 mu151223_penyerahan
 

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5: 17).

 TUHAN tidak pernah bertoleransi dengan prasangka kita. Dia langsung menentangnya dan mematikannya. Kita cenderung untuk berpikir bahwa Allah mempunyai perhatian istimewa terhadap prasangka tertentu kita, dan merasa sangat yakin Dia tidak akan berurusan dengan kita seperti Dia harus berurusan dengan orang lain. Kita bahkan berkata kepada diri sendiri, “Allah harus memperlakukan orang lain dengan cara yang sangat keras, tetapi tentu saja Dia tahu bahwa semua prasangkaku baik.

Akan tetapi, kita harus belajar bahwa Allah tidak menerima apa pun dari hidup lama kita! Daripada berpihak pada prasangka kita, Dia dengan sengaja menyingkirkannya dari kita. Adalah menjadi bagian dari pendidikan moral kita untuk melihat prasangka kita dimatikan-Nya untuk kebaikan kita, dan untuk melihat bagaimana cara Dia melakukannya. Allah tidak menghargai apa pun yang kita bawa kepada-Nya. Hanya ada satu hal yang diinginkan Allah dari kita, yaitu penyerahan kita tanpa syarat.

Ketika kita lahir kembali, Roh Kudus mulai mengerjakan ciptaan-Nya yang baru di dalam kita, dan akan datang waktunya dimana tidak ada lagi dari hidup lama kita yang tersisa. Pandangan lama kita yang buram lenyap, demikian juga sikap kita yang lama terhadap segala sesuatu, dan “semuanya ini dari Allah” (2 Korintus 5:18).

Bagaimanakah kita dapat memperoleh suatu kehidupan yang tidak ada hawa-nafsu, tidak ada pementingan-diri, dan tidak mudah tersinggung dengan cemoohan orang lain? Bagaimanakah kita dapat menaruh kasih yang “murah hati … tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain”? (1 Korintus 13:4-5).

Satu-satunya cara ialah dengan tidak membiarkan apa pun dari kehidupan lama tetap tinggal dalam diri kita, dan hanya menaruh kepercayaan/penyerahan sederhana (simple trust) dan sempurna kepada Allah — kepercayaan bahwa kita tidak lagi menginginkan berkat-berkat Allah, tetapi hanya menginginkan Allah sendiri.

Sudahkah kita mencapai tahap di mana Allah dapat menarik berkat-berkat-Nya dari kita tanpa mempengaruhi  kepercayaan dan penyerahan (trust) kita kepada-Nya?

Begitu kita benar-benar melihat Allah berkarya, bekerja, kita tidak akan pernah kuatir lagi terhadap hal-hal yang terjadi, karena kita sesungguhnya mempercayai Allah kita yang di surga, yang tidak dapat dilihat oleh dunia.

Alkitab dalam setahun: Jeremia 1-2; 1 Timoteus 3

mu151023

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s