Metode Misi PI

mu_161027_tantangan_pi

 

“Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku... (Matius 28:19).

YESUS tidak berkata, “Pergilah dan selamatkan jiwa-jiwa” (penyelamatan jiwa-jiwa adalah pekerjaan Allah yang adikodrati), namun Ia berkata, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…..” Meskipun ada suruhan tersebut, Anda tidak dapat memuridkan orang lain apabila Anda sendiri bukan seorang murid.

Ketika para murid kembali dari perjalanan misi pertama, mereka dipenuhi sukacita karena iblis pun tunduk kepada mereka. Namun sesungguhnya apa yang dikatakan Yesus, “Janganlah bersukacita karena pelayananmu yang berhasil – rahasia sukacita adalah jika kamu mempunyai hubungan yang akrab dengan Aku” (lihat Lukas 10:17-20).

Hal terpenting dari seorang utusan pekabaran Injil adalah tetap tinggal dalam panggilan Allah, dan menyadari bahwa satu-satunya tujuannya adalah untuk memuridkan pria dan wanita bagi Yesus. Waspadalah bahwa ada belas kasihan atas jiwa-jiwa yang datangnya bukan dari Allah, namun dari keinginan kita sendiri untuk membuat orang bertobat menurut sudut pandang kita.

Tantangan bagi seorang utusan pekabaran Injil atau misionaris tidak berasal dari kenyataan bahwa orang-orang sulit untuk dibawa kedalam keselamatan, bahwa orang-orang yang undur susah untuk kembali, atau ada hambatan berupa sikap acuh-tak acuh yang besar. Tidak. Tantangannya berasal dari cara pandang misionaris itu sendiri tentang hubungannya dengan Yesus Kristus – “Percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya?” (Matius 9:28).

Tuhan mengajukan pertanyaan tersebut pada kita berulang kali, dan hal itu mengkonfrontasi kita dalam segala situasi yang kita alami. Satu tantangan besar kita adalah – apakah saya mengenal Tuhan saya yang hidup? Apakah saya mengenal kuasa-Nya yang ada dalam diri saya? Apakah saya cukup berhikmat pada pandangan Allah, namun cukup bodoh menurut pandangan dunia, untuk mempercayai apa yang Yesus Kristus katakan? Ataukah saya mulai meninggalkan posisi adikodrati dan keyakinan yang kokoh kepada Yesus Kristus, yang sesungguhnya merupakan satu-satunya panggilan Allah bagi seorang utusan pekabaran Injil?

Jika saya mengikuti metode lain, maka saya meninggalkan metode yang telah dirancang oleh Tuhan kita – “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa… karena itu, pergilah (Matius 28:18-19).

 

Alkitab dalam setahun: Jeremia 12-14; 2 Timotius 1

mu161027

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s