Mengambil Bagian Dalam Penderitaan Kristus – November 5

mu141105_maksudtujuanallah

JIKA Anda mau dipakai oleh Allah, Dia akan membawa Anda melewati beberapa pengalaman yang sama sekali tidak sesuai dengan maksud kehendak Anda secara pribadi. Pengalaman ini dirancang untuk menjadikan Anda berguna dalam tangan-Nya, dan untuk memampukan Anda mengerti apa yang terjadi dalam kehidupan orang lain.

Karena dengan adanya proses ini, Anda tidak akan pernah terkejut dengan apa yang terjadi dalam perjalanan hidup Anda. Anda berkata, “Oh, saya tidak bisa menangani atau menghadapi orang ini.” Mengapa tidak bisa? Allah memberi Anda kesempatan yang cukup untuk belajar dari Dia mengenai masalah tersebut; tetapi Anda berpaling, tidak memperhatikan pelajaran yang dapat ditarik dari pengalaman itu, karena kelihatannya amat bodoh untuk menghabiskan waktu Anda dengan cara seperti itu.

Penderitaan Kristus bukanlah penderitaan manusia biasa. Dia menderita “karena kehendak Allah” (1 Petrus 4:19), jadi mempunyai sudut pandang penderitaan yang berbeda dari kita. Hanya melalui hubungan kita dengan Yesus Kristus saja kita dapat mengerti apa yang Allah maksudkan dalam berhubungan dengan kita.

Ketika penderitaan datang, adalah merupakan bagian dari kebudayaan kristiani kita untuk ingin mengetahui maksud Allah terlebih dahulu. Dalam sejarah gereja Kristen, terdapat kecenderungan untuk menghindar dari hal-hal yang berkaitan dengan penderitaan Yesus Kristus. Orang mencari cara untuk melaksanakan perintah Alllah melalui jalan pintas mereka sendiri. Jalan Allah selalu jalan penderitaan.

Apakah kita mengambil bagian dalam penderitaan Kristus? Apakah kita siap bila Allah menyingkirkan ambisi pribadi kita? Apakah kita siap bila Allah menghancurkan keputusan-keputusan pribadi kita dengan mengubahnya secara adikodrati?

Ini akan berarti kita tidak tahu persis mengapa Allah memperlakukan kita dengan cara seperti itu, karena bila kita mengetahuinya akan membuat kita menjadi sombong rohani. Kita tidak pernah menyadari saat Allah membawa kita mengalaminya; kita melalui dan mengalaminya tanpa memahaminya sepenuhnya. Kemudian tiba-tiba kita sampai ke titik pencerahan, dan menyadari – “Allah telah menguatkan saya dan saya bahkan tidak mengetahuinya!”

 

Alkitab setahun: Jeremia 34-36; Ibrani 2

mu161105

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s