Fokus Perhatian

 

mu151124_keringrohani

 

 

Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya,… demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita” (Mazmur 123:2).

AYAT ini menggambarkan ketergantungan sepenuhnya kepada Tuhan. Sebagaimana mata seorang hamba yang terpusat kepada tuannya, demikian pula seharusnya mata kita tertuju dan terpusat kepada Allah. Melalui cara ini Allah menyatakan diri-Nya kepada kita serta menambahkan pengetahuan-Nya (Yesaya 53:1).

Kekuatan rohani kita mulai terkuras ketika kita berhenti mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan. Stamina atau daya tahan kita merosot, tidak karena masalah-masalah dari luar diri kita tetapi lebih banyak karena masalah dalam pikiran kita sendiri. Kita keliru berpikir, “Saya kira selama ini saya terlalu memaksakan diri dan mencoba menjadi seperti Allah, bukan menjadi orang yang biasa-biasa saja.” Kita harus menyadari bahwa tidak ada usaha yang terlalu berat.

Sebagai contoh, Anda mengalami krisis dalam kehidupan Anda, mengambil sikap tetap setia pada Tuhan, bahkan mendapat peneguhan Roh sebagai peneguhan bahwa apa yang Anda perbuat benar. Akan tetapi sekarang, mungkin setelah sekian minggu atau tahun berlalu, Anda perlahan sampai pada kesimpulan — “Baiklah, mungkin apa yang dulu saya lakukan hanya karena terlalu sombong atau hanya supaya tampak hebat dari luar. Adakah saya telah mengambil sikap yang terlalu tinggi bagiku.”

Kemudian teman-teman Anda yang “rasional” datang dan berkata, “Jangan bodoh. Kami sudah tahu saat pertama engkau berbicara tentang kebangunan rohani yang terjadi dalam dirimu, itu hanya dorongan hati yang datang sepintas dan hal yang tidak dapat dihindari dalam suasana yang penuh ketegangan. Bagaimanapun juga, Allah tidak mengharapkan engkau bertahan terus-menerus seperti itu.”

Anda menanggapinya dengan berkata, “Ya, saya pikir saya terlalu berharap terlalu banyak”. Kedengarannya seperti perkataan yang merendah, tetapi sebenarnya menunjukkan bahwa kebersandaran Anda pada Tuhan sudah tidak ada lagi, dan Anda  sekarang bersandar pada pendapat dunia ini.

Bahayanya ketika tidak lagi bersandar kepada Tuhan maka Andapun mengabaikan pemusatan perhatian kepada-Nya. Biasanya kita baru sadar bahwa kita telah kalah setelah Allah secara tiba-tiba menyentak kita di jalan kita.

Manakala terjadi kekeringan rohani dalam kehidupan Anda, segeralah perbaiki. Sadarilah bahwa ada sesuatu yang menghalangi hubungan Anda dengan Allah, dan segeralah perbaiki dan singkirkan segala yang menghalanginya.

 

Alkitab setahun: Jehezkiel 22-23; 1 Petrus 1

mu151124

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s