Milik-Nya

mu140904_milik tuhan

 

“Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku …..” (Yohanes 17:6)

SEORANG misionaris adalah seseorang yang oleh karya Roh Kudus telah menyadari firman-Nya: “Kamu bukan milik kamu sendiri” (1 Kor 6:19). Mengatakan, “Aku bukan milikku sendiri,” berarti saya telah mencapai tingkat kerohanian yang tinggi. Sifat yang benar dalam kehidupan tersebut setiap hari dibuktikan dengan penyerahan diri kepada seorang Pribadi melalui suatu keputusan termulia, dan Pribadi tesebut adalah Yesus Kristus.

Roh Kudus menterjemahkan dan menyatakan sifat (nature) Yesus kepada saya untuk menyatukan saya dengan Tuhan, bukan supaya saya sekedar menjadi sebuah piala di lemari pajangan-Nya.

Tuhan kita tidak pernah mengutus para murid-Nya berdasarkan tindakan yang telah diperbuat-Nya bagi mereka. Baru setelah kebangkitan, ketika para murid telah memahami siapa Yesus sebenarnya melalui kuasa Roh Kudus, maka Dia berkata, “Pergilah” (Matius 28:19, lihat juga Lukas 24:49 dan Kisah Rasul 1:8).

“Jika seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapaknya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi menjadi murid-Ku” (Lukas 14:26). Dia tidak mengatakan bahwa orang ini tidak dapat menjadi baik atau jujur, tetapi bahwa dia tidak dapat menjadi seorang yang  tentangnya Yesus dapat menulis kata “milik-Ku”. Hubungan manapun dari yang disebut Tuhan dalam ayat ini dapat bersaing dengan hubungan kita dengan Dia. Saya mungkin lebih suka dekat pada ibu saya, atau isteri saya atau diri saya sendiri, tetapi jika demikian halnya, maka, Yesus berkata, kamu “tidak dapat menjadi murid-Ku”. Ini tidak berarti saya tidak dapat diselamatkan, tetapi saya tidak dapat menjadi milik-Nya seutuhnya.

Tuhan kita menjadikan murid-Nya sebagai milik-Nya sendiri, Dia bertanggung-jawab atasnya. “…. Kamu akan menjadi saki-saksi-Ku” (Kisah Para Rasul 1:8).

Hasrat atau semangat yang timbul di dalam diri seorang murid bukanlah hasrat melakukan sesuatu untuk Yesus, melainkan hasrat menjadi kesenangan sempurna, suatu perpect delight, bagi Tuhan.

Rahasia pengutusan Tuhan ialah “Aku adalah milik-Nya, dan Dia sedang menyelesaikan karya-Nya dan maksud-Nya melalui diriku.”

Jadilah milik-Nya seutuhnya!

 

Alkitab dalam satu tahun: Mazmur 143-145; 1 Korintus 14:21-40

mu160904

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s