Meraih Diluar Jangkauan Kita (dengan visi Allah)

mu130509

Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat.” (Amsal 29:18)

ADA perbedaan antara berpegang pada suatu prinsip dengan mendapat visi. Prinsip tidak timbul dari inspirasi moral, sedangkan visi timbul dari sini. Orang yang sepenuhnya tenggelam dalam prinsip idealistik jarang berbuat sesuatu.

Gagasan seseorang tentang Allah dan atribut-Nya dapat digunakannya untuk membenarkan dan merasionalisasi kelalaiannya dalam menunaikan kewajibannya. Yunus mencoba berdalih atas ketidak-taatannya dengan berkata, ”aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih serta yang rnenyesal karena malapetaka yang hendak didatangkanNya” (Yunus 4:2).

Saya juga mungkin mempunyai gagasan yang benar tentang Allah dan sifat-sifat-Nya, akan tetapi hal itu mungkin menjadi alasan utama mengapa saya tidak melakukan kewajiban saya. Akan tetapi, di mana ada visi, terdapat juga kehidupan yang jujur dan berintegritas, karena visi memberi saya dorongan moral.

Prinsip idealistik kita dapat membuat kita lengah, terlena, yang membawa pada kehancuran. Periksalah kerohanian Anda, apakah Anda mempunyai visi atau hanya prinsip-prinsip.

Ahh, bukankah apa yang dicapai seseorang harus melebihi jangkauannya. Atau, untuk apa surga? Dalam ayat diatas dikatakan,”Bila tidak ada wahyu …. ”. Yang dimaksud wahyu disini adalah visi nabiah. Sekali kita mengalihkan pandangan dari Allah, kita akan mulai serampangan, seenaknya. Kita mengesampingan penghambat tertentu dari kegiatan walau kita tahu itu salah. Kita juga mengesampingkan doa dan mengesampingkan mempunyai visi Allah dalam hal-hal kecil dalam hidup kita. Dan kita mulai bertindak hanya berdasarkan kehendak atau prakarsa kita sendiri.

Jika kita hanya membebek pada keadaan, dan melakukan segala sesuatu hanya berdasar prakarsa kita sendiri tanpa mengharapkan campur tangan Allah, maka kita sedang berada pada jalan yang menukik kebawah. Kita telah kehilangan visi.

Apakah sikap kita saat ini, merupakan sikap yang mengalir dari visi kita tentang Allah? Apakah kita berharap Allah akan melakukan hal-hal yang lebih besar ketimbang yang telah dilakukan-Nya sebelumnya? Adakah suatu kesegaran dan vitalitas dalam cakrawala spiritual kita?

 

Alkitab setahun: 2 Raja-raja 7-9; Yohanes 1:1-28

mu150509

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s