Menjalani Hidup dengan Kesukaran

mu160514_kesukaran

 

“…. supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami”. (2 Korintus 4:10).

KITA harus mengembangkan kebiasaan baik untuk mengekspresikan hal-hal yang telah dikerjakan oleh anugerah Allah di dalam kita. Hal ini bukan soal diselamatkan dari neraka, melainkan diselamatkan agar kehidupan Yesus juga boleh dimanifestasikan di dalam tubuh kita. Dan dalam hal-hal yang tidak menyenangkan atau kesukaran  kita dapat memanifestasikan hidup-Nya dalam hidup kita.

Apakah hidup saya (dengan segala hal yang tidak menyenangkan dan dengan kesukarannya) menunjukkan esensi dari keindahan hidup Anak Allah, ataukah saya menunjukkan “keakuan” saya yang ingin terpisah dari Dia?

Hal satu-satunya yang menyanggupkan saya untuk sabar menanggung kesukaran adalah kesediaan mempersilakan Anak Allah menyatakan diri-Nya dalam diri saya. Tidak jadi masalah betapa sulitnya suatu kondisi, saya harus katakan, “Tuhan, saya senang mematuhi Engkau dalam hal ini.” Dengan segera, Anak Allah akan maju ke garis depan hidup saya, akan memanifestasikan dalam tubuh saya hal-hal yang akan memuliakan Dia.

Anda tidak boleh mendebat. Pada saat Anda mentaati Allah, Anak-Nya dinyatakan melalui Anda dalam kesulitan tersebut; tetapi jika Anda mendebat Allah, Anda mendukakan Roh-Nya (lihat Efesus 4:30). Anda harus menjaga diri Anda tetap siap untuk mempersilakan kehidupan Anak Allah untuk dimanifestasikan di dalam Anda, dan Anda tidak dapat menjaga Anda siap jika Anda memberi jalan bagi iba diri.

Situasi kita merupakan sarana yang dipakai Allah untuk menunjukkan betapa amat sempurna dan kudusnya Anak Allah. Menemukan cara baru untuk memanifestasikan Anak Allah seharusnya membuat jantung kita berdebar-debar dipenuhi semangat baru.

Memilih kesukaran berbeda dengan memasuki kesukaran melalui situasi yang diatur dengan indah oleh kedaulatan Allah. Jika Allah menempatkan Anda ke dalam kesukaran, itu berarti Dia sanggup untuk “memenuhi segala keperluan” Anda (Filipi 4:19).

Jagalah agar jiwa Anda siap untuk memanifestasikan kehidupan Anak Allah. Jangan hidup dalam memori pengalaman masa lampau, tetapi izinkan Firman Allah selalu hidup dan aktif dalam diri Anda.

 

Alkitab setahun: 2 Raja-raja 17-18; Yohanes 3:19-38

mu160514

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s