Menjadi “Sampah Dunia”

mu150203_sampahdunia

 

“Kami telah menjadi sama dengan sampah dunia” (1 Korintus 4:13).

PERNYATAAN Paulus tersebut tidak berlebihan. Satu-satunya alasan bahwa pernyataan itu boleh jadi tidak benar tentang kita yang menyebut diri pelayan Injil, bukanlah bahwa Paulus lupa atau salah paham tentang kebenaran hal itu, melainkan bahwa kita terlalu perhatian tentang diri kita dan tidak mau risiko membiarkan diri kita menjadi “sampah dunia”.

Apa yang dikatakan Paulus “menggenapkan dalam tubuhku apa yang kurang pada penderitaan Kristus ….” (Kolose 1:24) bukan bukti dari penyucian, melainkan bukti dari menjadi ”dikhususkan untuk memberitakan Injil Allah…” (Roma 1:1).

Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian...” (1 Petrus 4:12). Jika kita merasa heran akan hal-hal yang kita hadapi, itu disebabkan kita penakut dan pengecut. Kita terlalu mempedulikan kepentingan dan hasrat kita sendiri, sehingga kita menghindar dari kesulitan dan berkata, ”Aku tidak akan takluk; aku tidak akan menyerah, aku tidak akan tunduk”. Dan Anda tidak perlu melakukannya, Anda dapat menyelamatkan diri jika Anda mau.

Anda dapat menolak untuk membiarkan Allah memperhitungkan Anda sebagai orang yang “dikhususkan untuk memberitakan Injil..” Atau (sebaliknya) Anda dapat berkata, “Aku tidak peduli diperlakukan seperti ”sampah dunia” asalkan Injil diberitakan. Seorang hamba Yesus Kristus yang sejati adalah orang yang bersedia menjadi martir untuk kenyataan Injil Allah.

Bila seseorang bermoral dihadapkan pada penghinaan, immoralitas, ketidaksetiaan, atau ketidakjujuran, dia sedemikian menolak dengan hal yang tidak menyenangkan tersebut sehingga dia berpaling dan menutup hatinya terhadap si pelaku tindakan tersebut.

Akan tetapi, keajaiban dari realitas penebusan Allah adalah bahwa pelaku atau orang bersalah yang terburuk dan terhina sekalipun tidak pernah kehabisan Kasih-Nya yang begitu dalam.

Paulus tidak mengatakan bahwa Allah mengkhususkan dia untuk menunjukkan bagaimana Allah dapat menjadikannya manusia hebat, melainkan untuk “menyatakan Anak-Nya di dalam aku...” (Galatia 1:16).

 

Alkitab setahun: Keluaran 31-33; Mateus 22:1-22

mu160203

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s