Melemahkan atau Membatasi Pelayanan Yesus

 

mu160227_melemahkanpely_yesus

 

“Dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?” (Yohanes 4:11).

“SUMUR ini amat dalam”, kata perempuan Samaria itu — dan bahkan jauh lebih dalam daripada yang diketahuinya (Yohanes 4:11).

Pikirkanlah kedalaman sifat dan hidup manusia. Pikirkanlah kedalaman “sumur-sumur” yang ada di dalam diri Anda.

Adakah Anda telah membatasi, atau melemahkan  pelayanan Yesus sampai ke taraf yang menyebabkan Dia tidak sanggup bekerja dalam hidup Anda?

Andaikata Anda mempunyai “sumur” luka dan kesusahan di dalam hati Anda, lalu Yesus datang dan berkata, “Janganlah gelisah hatimu…” (Yohanes 14:1), apakah Anda menanggapinya dengan mengangkat bahu sambil berkata, “Tapi, Tuhan, sumurnya terlalu dalam, bahkan tidak ada kedamaian dan kesejukan didalamnya yang dapat Engkau jumpai.”

Sesungguhnya, hal itu benar. Yesus tidak dapat mendapatkan apa pun dari sumur dalam diri atau sifat manusia — Dia membawanya turun dari atas.

Kita membatasi Yang Suci dari Israel dengan mengingat hanya apa yang kita izinkan Dia kerjakan bagi kita di masa lampau, dan juga dengan berkata, “Memang, aku tidak dapat berharap Allah melakukan hal khusus seperti ini”. Sepertinya, kita menetapkan batas kekuasaan Allah yaitu hal yang harus kita percayai yang Dia akan lakukan bagi kita sebagai murid-murid Yesus.

Kita memiskinkan melemahkan pelayanan-Nya di dalam kita pada saat kita lupa bahwa Dia adalah Mahakuasa. Pelemahan pelayan itu bersumber dari dalam diri kita, tidak didalam Dia. Kita ingin datang pada Yesus agar Dia menjadi penghibur dan pembela kita, tetapi kita berhenti mendekati Dia sebagai Allah Yang Maha Kuasa.

Alasan mengapa beberapa diantara kita menjadi contoh jelek dari Kekristenan adalah bahwa karena kita gagal mengenal bahwa Kristus sebagai mahakuasa. Kita mempunyai berbagai atribut Kristen dan pengalaman Kristen, tetapi tidak ada penyerahan kepada Yesus Kristus. Bila kita menghadapi situasi sulit, kita merendahkan pelayanan-Nya dengan mengatakan, “Tentu saja, Dia tidak dapat berbuat sesuatu mengenai hal ini.” Dalam hal ini, kita berusaha keras untuk mencapai dasar sumur kita sendiri, sambil mencoba mendapatkan air untuk diri kita.

Berhati-hatilah, jangan tidak berbuat apa-apa dan berkata, “Itu tidak dapat dilakukan”. Anda akan tahu bahwa hal itu dapat dilakukan jika Anda mau memandang Yesus. Sumur ketidak-sempurnaan Anda memang amat dalam, tetapi bangkitlah berpaling dari diri sendiri dan memandang kepada  Yesus.

 

Alkitab setahun: Bilangan 17-19; Markus 6:30-56

mu160227

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s