Penyerahan Total – Maret 12

mu140312_surrender

 

Petrus berkata kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau” (Markus 10:28).

TUHAN menanggapi pernyataan Petrus ini dengan berkata bahwa penyerahan ini adalah “karena Aku dan karena Injil” (Markus 10:29), bukan untuk memperoleh imbalan.

Waspadalah terhadap penyerahan berlatar-belakang keuntungan pribadi yang mungkin dihasilkan dari penyerahan. Misalnya, ”Aku akan menyerahkan diri kepada Allah karena aku ingin dibebaskan dari dosa, karena aku ingin menjadi suci.”Dibebaskan dari dosa dan menjadi suci adalah akibat dari dibenarkan oleh Allah, tetapi penyerahan yang dihasilkan dari pemikiran atau alasan seperti ini sesungguhnya bukan sifat kekristenan sejati.

Motif kita untuk berserah janganlah untuk keuntungan pribadi sama sekali. Betapa egoisnya kita bila kita datang kepada Allah hanya untuk memperoleh sesuatu dari Dia, bukannya datang untuk Allah sendiri. Itu sama seperti berkata, ”Tidak, Tuhan, aku tidak menghendaki Engkau; aku menghendaki diriku sendiri. Tetapi aku sungguh ingin Engkau membersihkan aku dan memenuhi aku dengan Roh Kudus-Mu. Aku ingin ditampilkan dalam etalase pajangan-Mu agar aku dapat berkata, ”Inilah yang telah dikerjakan Allah bagiku.”

Alasan mendapatkan surga, dibebaskan dari dosa dan dijadikan berguna bagi Allah, merupakan hal-hal yang bahkan seharusnya jangan sekali-kali dipertimbangkan dalam penyerahan yang sungguh. Penyerahan total yang sejati adalah suatu preferensi pribadi yang tertinggi untuk Yesus Kristus sendiri.

Di manakah peranan Yesus Kristus ketika kita dihadapkan dengan kepentingan hubungan keluarga? Kebanyakan dari kita akan meninggalkan Dia dengan dalih, “Ya, Tuhan, aku mendengar Engkau memanggilku, tetapi keluargaku membutuhkan aku dan aku perlu dengan mereka. Aku tidak dapat meneruskan perjalananku lebih jauh” (lihat Lukas 9:57- 62). Maka, “Kalau begitu,” ujar Yesus, ”engkau tidak dapat menjadi murid-Ku’’ (lihat Lukas 14:26-33).

Penyerahan yang benar akan selalu melampaui pengabdian lahiriah. Kalau saja kita mau berserah, Allah sendiri akan membereskan hal-hal/orang-orang yang ada dibelakang kita dan akan memenuhi kebutuhan mereka, sehubungan dengan penyerahan kita.

Waspadalah agar kita jangan berhenti dan tidak sampai pada berserah sepenuhnya kepada Allah. Kebanyakan kita hanya mempunyai pandangan tentang penyerahan ini tetapi tidak pernah sungguh-sungguh mengalami penyerahan.

 

Alkitab setahun: Ulangan 17-19; Markus 13:1-20

mu130312

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s