Adakah Benar Ini Tentang Diri Saya? – Maret 4

mu150304_pelayanan_penyerahan

 

Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun…” (Kisah Para Rasul 20:24).

ADALAH lebih mudah melayani atau bekerja untuk Tuhan tanpa suatu penglihatan (visi) dan tanpa panggilan, karena dengan demikian Anda tidak terganggu dengan tuntutan-Nya. Nalar atau akal sehat, ditambah polesan emosi kristiani, cukup menjadi pedoman Anda.

Jika Anda tidak pernah menerima jelas panggilan Allah, Anda boleh jadi lebih makmur dan berhasil dari perspektif dunia, dan lebih banyak waktu senggang.

Akan tetapi, saat Anda menerima amanat dari Yesus Kristus, ingatan akan apa yang Allah minta dari diri Anda akan selalu hadir mendorong Anda untuk melakukan kehendak-Nya. Dengan demikian, Anda takkan dapat bekerja bagi-Nya hanya berdasarkan akal sehat.

Apakah yang saya anggap berharga dalam hidup saya? Jika saya belum ditangkap dan dikendalikan oleh Yesus Kristus dan belum menyerahkan diri kepada-Nya, saya akan menimbang-nimbang waktu yang saya putuskan diberikan kepada-Nya dan yang berharga bagi saya adalah pemikiran atau gagasan saya tentang pelayanan. Saya juga akan menganggap hidup saya sendiri berharga bagi saya.

Akan tetapi, Paulus menyatakan bahwa dia menilai hidupnya berharga hanya agar dia dapat menyelesaikan pelayanan yang telah diterimanya, dan dia menolak untuk menggunakan tenaganya bagi hal-hal yang lain. Ayat Kisah Rasul 20:24 Paulus benar-benar bersikap masa bodoh terhadap pertimbangan apapun selain melaksanakan pelayanan yang diterimanya. ”Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah”. Kisah Rasul 20:24).

Praktek pelayanan kita kepada Tuhan sesungguhnya boleh jadi bersaing dengan penyerahan diri total kepada-Nya. Pekerjaan pelayanan kita dapat ditumpangi argumen ini, yang kita katakan kepada diri kita sendiri, “Lihatlah betapa bergunanya dirimu di sini, dan lihatlah betapa tingginya nilaimu dalam pekerjaan seperti ini.”

Sikap tersebut menjadikan penilaian kita sendiri, bukannya Yesus Kristus, sebagai Pemandu kita ke tempat yang harus kita tuju, dan tempat dimana (menurut kita) kita paling berguna.

Jangan sekali-kali mempertimbangkan apakah Anda berguna atau tidak, tetapi pertimbangkanlah selalu bahwa “kamu bukan milik kamu sendiri” (1 Korintus 6:19). Anda adalah milik-Nya.

 

Alkitab setahun: Bilangan 31-33; Markus 9:1-29

mu160304

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s