Maksud Tujuan Allah Bagi Kita

mu160124_hubungandgtuhan.jpg

 

Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi …….” (Kisah Para Rasul 26:16)

PENGLIHATAN yang diperoleh Paulus dalam perjalanan ke Damsyik bukanlah suatu pengalaman emosional sepintas begitu saja, melainkan penglihatan yang memberikan petunjuk yang jelas dan tegas kepadanya. Tentang hal itu Paulus menyatakan, “Kepada penglihatan yang dari surga itu tidak pernah aku tidak taat” (Kisah Para Rasusls 26:19).

Tuhan kita sebenarnya berkata kepada Paulus, “Seluruh hidupmu itu Kukuasai; engkau tidak mempunyai apa pun kecuali tujuan, cita-cita dan maksud-Ku.”

Dan kepada kita, Tuhan juga berkata, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi …. (Yohanes 15:16).

Ketika kita dilahirkan kembali, bila kita benar-benar rohani, kita mempunyai visi/penglihatan mengenai rencana yang Yesus ingin diwujudkan dalam hidup kita. Adalah teramat penting bagi saya untuk belajar selalu untuk tidak pernah tidak taat kepada penglihatan surgawi itu — untuk tidak meragukan bahwa hal itu dapat dicapai.

Tidaklah cukup untuk memberikan persetujuan mental bahwa Allah telah menebus dunia, dan bahkan tidak cukup untuk mengetahui bahwa Roh Kudus dapat mewujudkan semua perbuatan Yesus menjadi kenyataan dalam hidup saya. Saya harus mempunyai landasan hubungan pribadi dengan Dia.

Kepada Paulus tidak diberikan suatu amanat atau doktrin untuk dipermaklumkan. Tapi dia dibawa kepada suatu hubungan yang hidup, yang pribadi dan hubungan yang kokoh (overpowering relatioship) dengan Yesus Kristus. Kisah Para Rasul 26:16 menjelaskannya dengan sangat tegas, “…menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi...”

Hal ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya hubungan pribadi. Paulus mengabdi kepada seorang Pribadi, bukan kepada suatu alasan tertentu. Dia sepenuhnya, mutlak, milik Yesus Kristus. Paulus tidak memandang apa pun yang lain dan tidak hidup bagi siapa pun yang lainnya. Seperti dikatakannya: “Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.” (1 Korintus 2:2).

 

Alkitab dalam setahun: Keluaran 9-11; Matius 15:21-39

mu160124

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s