Makna Penderitaan Bagi Orang Percaya

mu160810_kehendak allah dan penderitaan

 

 “Karena itu, baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan dirinya…, sambil terus berbuat baik” (1 Petrus 4:19)

MEMILIH untuk menderita berarti ada yang tidak beres dengan Anda. Tetapi memilih kehendak Allah, walaupun itu berarti Anda akan menderita, merupakan sesuatu yang berbeda sama sekali.

Orang percaya yang sungguh akan mempunyai kerinduan mencari dan melakukan kehendak Allah, seperti yang dulu dilakukan Yesus, tanpa peduli apakah itu berarti penderitaan atau tidak. Dan seharusnya tidak seorangpun orang percaya pernah berani campur dengan pelajaran atau disiplin penderitaan pada orang percaya lain.

Orang percaya yang mencari perkenan hati Yesus akan membuat orang percaya lainnya menjadi kuat dan dewasa bagi Tuhan. Akan tetapi orang yang biasanya menguatkan kita sama sekali bukan mereka yang bersimpati kepada kita; faktanya, kita hanya akan terhambat maju oleh mereka yang memberikan simpati atas kita, karena simpati hanya melemahkan kita.

Soalnya, tidak seorang pun lebih memahami seorang percaya ketimbang orang percaya yang dekat dan akrab dengan Yesus Juruselamat. Jika kita menerima simpati dari orang percaya lain, rasa iba-diri yang timbul secara reflektif adalah, “Memang, Allah berlaku keras terhadapku dan menyulitkan hidupku.” Itulah sebabnya Yesus berkata bahwa iba-diri itu berasal dari iblis (Matius 16:21-23).

Kita harus menghormati ”reputasi” Allah sebagaimana seharusnya. Adalah mudah bagi kita menyalahkan Allah karena Dia tidak pernah menjawab balik cercaan yang ditujukan kepada-Nya, dan Dia tidak pernah mempertahankan hak-Nya.

Waspadalah terhadap pemikiran bahwa Yesus membutuhkan simpati semasa hidup-Nya di bumi. Dia menolak simpati manusia, karena dalam hikmat-Nya yang besar Dia tahu bahwa tidak seorang pun di bumi ini yang memahami maksud-Nya (lihat Mateus 16:23). Dia hanya menerima simpati Bapa-Nya dan para malaikat (lihat Lukas 15:10).

Perhatikanlah betapa sia-sianya hidup orang-orang suci Allah menurut penilaian dunia ini. Memang Allah tampaknya menempatkan orang-orang percaya-Nya di tempat yang paling tidak berguna — useless places. Dan kita berkata, “Allah memaksudkan aku di sini karena aku sangat berguna bagi-Nya.” Namun Yesus tidak pernah mengukur hidup-Nya dengan ukuran dimana Dia paling dipakai.

Allah menempatkan orang-orang percaya kepada-Nya dimana mereka akan mendatangkan kemuliaan terbesar bagi-Nya, dan kita tidak mampu sepenuhnya mengetahui dimanakah tempat tersebut.

 

Alkitab setahun: Mazmur 79-80; Roma 11: 1-18

mu160810

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s