Majulah Terus! (2)

mu150615_rintanganhidupkristen

 

kamu harus … menambahkan kepada imanmu”  (2 Petrus 1:5).

Majulah terus dalam pekerjaan yang terasa rutin dan membosankan.

Petrus menyatakan dalam nas ini bahwa kita telah ”mengambil bagian dalam kodrat ilahi” dan sekarang kita “harus dengan sungguh-sungguh berusaha’’ memusatkan perhatian untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan saleh (2 Petrus 1:4-5).

Tidak seorang pun yang terlahir, secara lahiriah atau adikodrati, dengan sifat tersebut; itu harus dikembangkan.

Kita juga tidak dilahirkan dengan kebiasaan-kebiasaan saleh — kita harus membentuknya berlandaskan hidup baru yang telah ditempatkan Allah di dalam kita. Kita tidak dimaksudkan untuk dilihat sebagai contoh atau model yang sempurna dan cemerlang dari Allah, tetapi untuk dilihat sebagai esensi kehidupan sehari-hari yang menunjukkan mukjizat anugerah-Nya.

Pekerjaan yang rutin dan membosankan adalah ujian bagi sifat atau watak asli kita. Rintangan terbesar dalam kehidupan rohani kita ialah bahwa kita hanya mau mencari hal-hal yang besar untuk dikerjakan. Berbeda dengan Yesus yang “… mengambil sehelai kain lenan… dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya… ”(Yohanes 13:3-5).

Kita mempunyai saat-saat dalam kehidupan dimana sepertinya tidak ada cahaya terang, tidak ada sesuatu yang menggetarkan, tetapi hanya kerutinan dengan tugas-tugas biasa atau umum setiap hari.

Rutinitas kehidupan sebenarnya cara Allah untuk menyelamatkan kita di antara saat-saat inspirasi atau pengilhaman yang datang dari Dia. Jangan selalu mengharapkan Allah memberi Anda saat-saat-Nya yang menggetarkan, tetapi belajarlah untuk menghayati saat-saat rutin kehidupan dan membosankan dengan kuasa Allah.

Sulit bagi kita untuk melakukan “menambahkan” yang disebutkan Petrus dalam nas diatas. Kita berkata bahwa kita tidak mengangan-angankan Allah membawa kita ke surga melalui hamparan bunga yang indah menyenangkan, namun kita bertindak seolah-olah memang berharap demikian!

Saya harus menyadari bahwa dalam ketaatan, bahkan dalam hal-hal terkecil dalam kehidupan semua kemahakuasaan anugerah Allah dapat terwujud. Jika saya mau melakukan tugas kewajiban saya, bukan demi kewajiban itu sendiri, melainkan karena saya percaya bahwa Allah-lah yang merancang situasi saya, maka dalam ketaatan saya seluruh keagungan anugerah Allah menjadi milik saya melalui Penebusan yang mulia Salib Kristus.

 

Alkitab setahun: Nehemia 1-3; Kisah Rasul 2:1-21

mu160615

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s