Lakukanlah Sendiri (2)

mu_160909_pelayanan_impulsif

 

“Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (2 Korintus 10:5)

INILAH aspek sulit lainnya dari sifat orang percaya yang terlalu berapi-api. Paulus mengatakan, menurut terjemahan Moffatt dari ayat ini, “. . . I take every project prisoner to make it obey Christ . . . .” (“ …aku membawa setiap orang yang terpenjara oleh rencananya dan membuatnya mentaati Kristus …..”).

Banyak pelayanan Kristen sekarang tidak pernah terdisiplin (disciplined, yaitu berperilaku dengan cara sangat terkendali), tetapi hanya timbul impulsif atau dorongan hati yg menggebu!

Dalam kehidupan Tuhan Yesus, dalam setiap rencana ditaruhkan dibawah kehendak Bapa-Nya. Tidak ada kecenderungan sedikitpun untuk mengikuti dorongan hati-Nya sendiri sebagai hal yang berbeda dari kehendak Bapa-Nya – “Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri ..” (Yohanes 5:19).

Bandingkanlah hal ini dengan hal yg yang kita lakukan — kita mengambil “setiap pikiran” atau rencana yang timbul dari dorongan hati dan lalu langsung beranjak bertindak mengerjakannya, bukannya memberikan diri kita dan mendisiplinkan diri kita untuk mematuhi Kristus.

Hal-hal atau pekerjaan praktis amat sangat ditekankan dalam masa kini, dan orang percaya yang “menawan segala pikiran (dan rencana)-nya” dikecam dan mengatakan mereka sebagai tidak punya kesungguhan, dan mereka kurang bersemangat bagi Allah atau bagi keselamatan jiwa-jiwa lain.

Akan tetapi, kesungguhan dan semangat yang benar terdapat dalam mentaati Allah, bukan dalam kecenderungan hati untuk melayani Dia yang timbul dari sifat manusiawi kita yang tidak terdisiplin atau terkendali.

Adalah sesuatu yang tidak dapat dibayangkan, namun benar, bahwa orang-orang percaya tidak “menawan segala pikiran (dan rencana)-nya”, tetapi hanya melakukan pekerjaan bagi Allah karena didorong oleh sifat manusiawi mereka dan tidak dijadikan rohani dengan menaruhnya dibawah kendali Allah dengan tekad penuh dan tekun.

Kita cenderung lupa bahwa seseorang tidak hanya terikat atau commit kepada Yesus Kristus karena keselamatan, tetapi juga commit, bertanggungjawab dan akuntabel pada pandangan Yesus Kristus tentang Allah, dunia dan tentang dosa dan iblis. Ini berarti bahwa setiap orang harus mengenali tanggung-jawab untuk berubah oleh pembaharuan budinya (lihat Roma 12:2).

Alkitab dalam setahun: Amsal: 6 -7; 2 Korintus 2

mu150909

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s