Kunci Bagi Tugas Pekabar Injil

mu161014_kuncitugas_pi 

 

“Yesus mendekati mereka dan berkata, ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…” (Matius 28: 18-19).

Kunci bagi tugas pekabar injil ialah otoritas Yesus Kristus, bukannya kebutuhan orang-orang yang terhilang. Kita cenderung untuk memandang Tuhan sebagai sosok yang membantu kita dalam usaha keras kita bagi Allah. Namun Tuhan menempatkan diri-Nya sebagai Tuhan yang berdaulat dan berkuasa mutlak atas para murid-Nya.

Dia tidak berkata bahwa orang-orang yang terhilang itu takkan selamat bila kita tidak pergi (mengabarkan Injil) – Dia hanya berkata, “Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…” Dengan kata lain Dia berkata, “Pergilah dengan landasan kebenaran yang diwahyukan mengenai kedaulatan-Ku, ajarkan dan beritakanlah dari pengalaman hidupmu mengenai Aku.”

Kesebelas murid itu berangkat… ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka” (Matius 28:16). Jika saya ingin mengenal kedaulatan Kristus, saya sendiri harus mengenal Dia secara pribadi. Saya harus meluangkan waktu untuk menyembah Dia yang mengutus saya.

Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku...,” – itulah tempat untuk menjumpai Yesus – “semua yang letih lesu dan berbeban berat…” (Matius 11:28) – dan betapa banyak pelayan Tuhan atau pemberita injil yang berbeban berat! Kita sering mengabaikan kata-kata yang ajaib Penguasa semesta ini, tetapi itulah kata-kata Yesus kepada para murid-Nya yang juga ditujukan untuk masa kini.

Karena itu, pergilah…” “Pergi” secara sederhana berarti hidupi, hayati. Kisah Para Rasul 1:8 merupakan lukisan tentang cara untuk pergi. Yesus dalam ayat ini tidak berkata, “Pergilah ke Yerusalem, Yudea dan Samaria,” tetapi ….”kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku (di semua tempat ini).” Jadi Dia sendirilah yang  menetapkan pengutusan tersebut.

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu...” (Yohanes 15:7) – itulah cara untuk memelihara tugas pengutusan tersebut. Di mana kita ditempatkan tidaklah penting bagi kita, karena Allah sendiri merancang pengutusan kita.

Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asalkan saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku ….” (Kisah Para Rasul 20:24). Itulah cara memelihara tugas pengutusan tersebut sampai kita meninggalkan kehidupan ini.

Alkitab setahun: Jesaya 43-44; 1 Tesalonika 2

mu161014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s