Kesadaran Pengendalian Ilahi

tnt_jul16_pemeliharaantuhan

 

…. apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya (Matius 7:1).

DALAM nas ini Yesus menetapkan kaidah mengenai perilaku bagi orang-orang yang memiliki Roh-Nya. Dia mendesak kita agar pikiran kita dipenuhi dengan pemahaman akan pengendalian Allah atas segala sesuatu, yang berarti bahwa seorang murid harus memelihara sikap percaya (trust) yang sempurna dan suatu kerinduan untuk meminta dan mencari.

Penuhilah hati pikiran Anda dengan pemikiran bahwa Allah sungguh menggendalikan segala sesuatu. Dan jika Anda benar-benar dipenuhi dengan pikiran tersebut, maka pada saat mengalami kesulitan, dengan mudah Anda akan ingat, “Bapaku yang di surga mengetahui semua tentang hal ini!”

Hal ini bukan sesuatu yang dipaksa-paksakan dalam diri kita, melainkan akan menjadi suatu hal yang spontan atau natural bagi Anda bila kesukaran dan ketidakpastian datang menyergap Anda.

Sebelum konsep atau pemahaman tentang pengendalian ilahi (divine controle) ini terbentuk dan menguasai pikiran Anda, Anda biasanya pergi mencari pertolongan pada orang lain, tetapi kini Anda pergi kepada Allah bila datang kesukaran.

Yesus menetapkan aturan mengenai perilaku bagi orang-orang yang memiliki Roh-Nya, dan hal itu bekerja atas prinsip berikut ini: Allah itu Bapa saya, Dia mengasihi saya dan saya takkan berpikir bahwa Dia akan lupa, jadi mengapa saya harus khawatir?

Yesus berkata, ada waktu dimana Allah tidak dapat mengangkat kegelapan dari Anda, tetapi Anda harus tetap mempercayakan diri pada-Nya.

Terkadang Allah akan tampak seperti seorang sahabat yang tidak ramah, tetapi sebenarnya Dia tidak demikian; terkadang seperti seorang bapa yang tidak sebagaimana harusnya seorang bapa, atau seperti seorang hakim yang tidak adil, tetapi sebenarnya Dia tidak demikian.

Peliharalah pemikiran bahwa pikiran Allah ada di balik semua hal yang kita hadapi dan biarlah pemikiran itu tetap kuat dan tumbuh dalam diri Anda. Bahkan hal terkecil sekalipun dalam kehidupan kita takkan terjadi diluar kehendak Allah. Oleh sebab itu, Anda dapat tetap dengan hati yang tenang, dengan penuh keyakinan bersandar pada-Nya.

Doa bukanlah hanya meminta, melainkan sikap pikiran yang menghasilkan suasana dimana meminta pada Tuhan sebagai sesuatu yang sangat lumrah (natural), yang mengalir begitu saja. “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu ..” (Matius 7:7).

 

Alkitab setahun: Mazmur 16-17; Kisah Rasul 20: 1-16

mu160716

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s