Ketaatan dan Kesetiaan Mendengarkan Tuhan

mu160216_mendengarkantuhan

 

“Dan Samuel menjawab: ‘Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar” (1 Samuel 3:10)

HANYA karena telah mendengarkan dengan cermat dan sungguh-sungguh kepada satu hal dari Allah bukan berarti bahwa saya mendengarkan semua hal yang diucapkan-Nya. Saya memperlihatkan kepada Allah kurangnya kasih dan hormat saya kepada-Nya dengan ketidak-pekaan hati dan pikiran saya pada apa yang dikatakan oleh-Nya. Jika saya mengasihi sahabat saya maka secara naluri saya akan memahami apa yang diinginkannya. Yesus berkata, “Kamu adalah sahabat-Ku” (Yohanes 15:14).

Adakah saya tidak menuruti perintah Tuhan minggu ini? Jika saya menyadari bahwa itu perintah Yesus, saya tidak akan dengan sengaja tidak mengindahkannya. Akan tetapi, kebanyakan di antara kita sungguh menunjukkan rasa tidak hormat kepada Allah karena nyatanya kita sama sekali tidak mendengarkan Dia. Seolah-olah Dia tidak pernah berbicara kepada kita.

Sasaran dari kehidupan rohani saya adalah keserupaan dengan Yesus Kristus sehingga saya selalu mau mendengarkan Allah dan mengetahui bahwa Allah selalu mendengarkan saya (lihat Yohanes 11:41).

Jika saya dipersatukan dengan Yesus Kristus, saya mendengarkan Allah sepanjang waktu melalui ketaatan dan pengabdian (devosi) untuk mendengar Allah. Mungkin ini melalui sekuntum bunga, sebatang pohon atau seorang hamba Allah, yang berbicara atau menyampaikan pesan tertentu Allah kepada saya.

Apa yang merintangi saya dari dengar-dengaran adalah perhatian saya tersita oleh hal-hal lain. Bukannya saya tidak ingin mendengar Allah, akan tetapi saya tidak taat dan setia dalam hal-hal yang seharusnya dalam hidup saya. Saya taat dan setia terhadap banyak hal, terhadap pelayanan, terhadap aturan-aturan keagamaan, dan Allah boleh jadi berbicara hal-hal yang dikehendaki-Nya, namun saya tidak mendengar Dia. Sikap seorang anak Allah seharusnya selalu, “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar”.

Jika saya tidak mengembangkan dan memupuk ketaatan dan kesetiaan mendengarkan ini, maka saya hanya dapat mendengar suara Allah pada waktu tertentu saja. Pada saat yang lain saya menjadi budek terhadap suara-Nya karena perhatian saya tertuju kepada hal-hal lain, yaitu hal-hal yang menurut pendapat saya harus saya lakukan. Ini bukanlah kehidupan seorang anak Allah.

Sudahkah Anda mendengar suara Allah hari ini?

 

Alkitab setahun: Imamat 14; Mateus 26:51-75

mu160213

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s