Kesiapsediaan Bagi Allah

mu150418_kesiapsediaanbagituhan

 

…berserulah Allah …. kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah….Inilah aku”-Keluaran 3:04 (KJV)

KETIKA Allah berbicara, banyak dari kita yang seperti orang-orang dalam kabut, dan kita tidak memberikan jawaban. Jawaban Musa kepada Allah mengungkapkan bahwa ia tahu di mana dia dan bahwa ia siap sedia.

Kesiapansediaan berarti memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan dan memiliki pengetahuan tentang di mana kita berada. Kita begitu sibuk memberitahu Allah kemana kita ingin pergi. Namun orang-orang yang siap sedia bagi Allah dan pekerjaan-Nya adalah orang yang menyambut panggilan itu seperti menerima hadiah. Kita menunggu dengan pemikiran bahwa suatu kesempatan besar atau sesuatu yang hebat akan tiba dan apabila hal itu tiba kita menyambutnya dengan teriakan, “Aku di sini.”

Setiap kali kita merasakan bahwa Yesus Kristus bangkit untuk mengambil otoritas atas beberapa tugas besar, kita berada di sana, tapi kita tidak siap untuk beberapa tugas kewajiban yang kurang kita kenali atau kurang pas dengan keinginan kita.

Kesiapsediaan untuk Allah berarti bahwa kita siap untuk melakukan hal yang terkecil atau terbesar  – tanpa membeda-bedakannya. Ini berarti kita tidak punya pilihan dalam apa yang ingin kita lakukan, tetapi bahwa rencana apapun yang merupakan rencana Tuhan mungkin, kita kita ada disana dan siap.

Setiap kali ada tugas, kita mendengar suara Allah sebagaimana Tuhan kita mendengar suara Bapa-Nya, dan kita siap sedia menyambutnya dengan seluruh kesiapan cinta-kasih kita kepada-Nya. Yesus Kristus mengharapkan hubungannya dengan kita sama seperti Bapa-Nya dengan-Nya.

Dia bisa menempatkan kita di mana pun Dia menghendakinya, dalam tugas-tugas yang menyenangkan atau yang serabutan, karena persatuan kita dengan-Nya adalah sama dengan kesatuan-Nya dengan Bapa. “. . supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu. . . ” (Yohanes 17:22).

Bersiaplah untuk kunjungan surprise dari Allah. Seseorang yang siap sedia tidak perlu mempersiapkan diri. Pikirkanlah tentang waktu kita sia-siakan untuk mempersiapkan diri ketika Allah memanggil!

Semak duri yang terbakar (di Gunug Sinai) adalah simbol dari segala sesuatu yang mengelilingi orang yang siap sedia, dan semak itu terbakar oleh kehadiran Allah sendiri.

 

Alkitab dalam setahun: 2 Samuel 3-5; Lukas 14:25-35

mu160418

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s