Kesempurnaan Kristiani – Desember 2

mu_161202_hubungan dg allah_kegunaan bg allah.jpg

 

Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna … ” (Filipi 3:12).

ADALAH suatu jebakan beranggapan bahwa Allah ingin menjadikan kita makhluk yang sempurna — tujuan Allah adalah membuat kita bersatu dengan-Nya.

Penekanan gerakan kesucian cenderung bahwa Allah menciptakan makhluk-makhluk yang suci untuk dipajang di museum-Nya.

Jika Anda menerima konsep kesucian pribadi tersebut, tujuan hidup Anda yang ditentukan bukan untuk Allah, tetapi untuk apa yang Anda sebut bukti dari keberadaan Allah dalam hidup Anda. Bagaimana kita dapat berkata, “Kan tidak mungkin Allah menginginkan saya sakit?” Jika Allah berkehendak meremukkan Putra-Nya sendiri (lih. Yesaya 53:10), mengapa tidak mungkin bila Dia hendak meremukkan Anda?

Apa yang bersinar dan menyingkapkan Allah dalam kehidupan Anda bukanlah konsistensi relatif Anda terhadap gagasan mengenai jati diri seorang  percaya, melainkan hubungan Anda yang hidup, yang sungguh-sungguh, dengan Yesus Kristus, dan pengabdian kepada-Nya yang penuh pada saat Anda sehat atau sakit.

Kesempurnaan kristiani tidak, dan tidak akan pernah, berupa kesempurnaan manusiawi. Kesempurnaan kristiani adalah kesempurnaan hubungan dengan Allah yang menunjukkan kesejatian bahkan di tengah-tengah aspek-aspek yang tampak remeh dalam kehidupan seseorang. Ketika Anda menaati panggilan Kristus, hal pertama yang akan menghentak Anda adalah ketidakberartian (pointlesness) dari apa yang Anda kerjakan. Pikiran berikutnya yang menerpa Anda ialah kehidupan orang lain yang tampak sempurna.

Kehidupan semacam itu membuat Anda berpikir bahwa Allah tidak perlu – bahwa  melalui usaha dan pengabdian sendiri Anda, Anda dapat mencapai standar Allah untuk hidup Anda.

Dalam dunia yang telah jatuh (kedalam dosa) ini, Anda tidak mungkin melakukan hal itu. Saya dipanggil untuk hidup dalam suatu hubungan yang sempurna dengan Allah sehingga hidup saya membuat orang lain memiliki kerinduan kepada Allah, bukannya kekaguman terhadap diri saya.

Pikiran mengenai diri saya sendiri merintangi kegunaan saya bagi Allah. Tujuan Allah bukanlah membuat saya sempurna untuk menjadikan saya trofi dalam lemari pajangan-Nya; Dia memanggil saya ke tempat Dia dapat memakai saya.

Izinkanlah Dia untuk melakukan apa yang Dia inginkan dalam hidup Anda.

 

Alkitab setahun: Jehezkiel 42-44; 1 Johanes 10

mu161202

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s