Kesabaran Menantikan Penglihatan dari Tuhan

mu130502

 

”… apabila (penglihatan itu) berlambat-lambat, nantikanlah …. ” (Habakuk 2:3)

KESABARAN tidak sama dengan ketidakacuhan; kesabaran disini mengandung arti tentang seseorang yang sangat kuat dan mampu menahan semua serangan.

Memiliki penglihatan/visi dari Allah adalah sumber kesabaran karena memberikan kita inspirasi Allah yang benar dan tepat. Musa bertahan, bukan karena kesetiaan kepada prinsip-prinsip tentang apa yang benar, atau karena rasa kewajiban kepada Allah, tetapi karena ia memiliki visi dari Allah. “….. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan“. (Ibrani 11:27).

Seseorang yang memiliki visi dari Tuhan tidak mengabdi pada suatu alasan atau pada suatu pokok persoalan tertentu, tapi ia mengabdi kepada Allah sendiri.

Anda selalu tahu kapan visi itu dari Allah karena inspirasi yang datang menyertainya. Yaitu hal-hal yang datang kepada Anda dengan keagungan dan menambah semangat (vitalitas) hidup Anda, karena semuanya digerakkan oleh kekuatan Allah.

Allah boleh jadi memberi Anda saat secara rohani dimana Allah sepertinya diam tanpa perkataan apapun datang dari pada-Nya, seperti halnya pengalaman Anak-Nya ketika dicobai di padang gurun. Ketika Allah melakukan hal itu, bertahanlah, karena kekuatan untuk bertahan ada disana karena Anda melihat Allah.

Dikatakan, ”… apabila (penglihatan itu) berlambat-lambat, nantikanlah ……” Bukti bahwa kita memiliki visi adalah bahwa kita mencapai lebih dari yang kita sudah pahami.

Adalah suatu hal yang jelek puas secara rohani. Pemazmur berkata, “Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan …” (Mazmur 116:12-13). Kita cenderung untuk mencari kepuasan dalam diri kita sendiri dan berkata, “Sekarang saya telah mendapatkannya! Sekarang saya benar-benar dikuduskan! Sekarang saya bisa kuat bertahan.”

Pencapaian kita harus melampaui pemahaman kita. Paulus berkata, ”Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya…..” (Filipi 3:12).

Jika kita memiliki apa yang telah kita alami, kita tidak punya apa-apa. Tetapi jika kita memiliki inspirasi dari visi Allah, kita memiliki lebih dari yang dapat kita alami. Waspadalah terhadap bahaya kesantaian rohani/spiritual.

 

Alkitab setahun: 1 Raja-raja 12-13; Lukas 22:1-20

mu150502

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s