Kepapaan dalam Pelayanan

mu160225_pekabarinjil

 

”Karena itu aku suka mengorbankan milikku, bahkan mengorbankan diriku untuk kamu. Jadi jika aku sangat mengasihi kamu, masakan aku semakin kurang dikasihi?” (2 Korintus 12:15)

KASIH manusiawi biasanya mengharapkan suatu imbalan atau balasan. Akan tetapi Paulus menyatakan, tidaklah menjadi soal bagiku apakah kamu mengasihiku atau tidak. Aku bersedia untuk menjadi miskin, papa (destitude), demi kamu, agar aku dapat membawamu kepada Allah. ”Karena kamu telah mengenal anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa sekalipun Ia kaya, oleh karena kamu Ia menjadi miskin” (2 Korintus 8:9). Dan gagasan Paulus tentang pelayanan sama seperti tergambar dalam ayat tersebut. Dia tidak peduli besarnya risiko atau harga yang harus dibayarnya – dia dengan senang hati menanggungnya. Itu merupakan sukacita penuh bagi Paulus.

Dalam perjalanan sejarah gereja, gagasan tentang seorang hamba Tuhan sering tidak sepenuhnya sama dengan gagasan Yesus Kristus.

Ujian sesungguhnya dari seorang kudus bukanlah kesediaannya memberitakan Injil, melainkan kesediaannya untuk melakukan sesuatu seperti pembasuhan kaki murid: hal-hal yang tampaknya tidak penting dalam penilaian manusia, namun adalah segalanya bagi Allah. Adalah kesukaan Paulus mengorbankan hidupnya bagi kepentingan Allah terhadap orang lain, dan dia tidak peduli apa pun harganya.

Banyak kali, sebelum melayani, kita datang dengan pertimbangan ekonomi kita: “Sekiranya Allah menghendaki aku pergi ke sana, bagaimana dengan gajiku? Bagaimana iklim di sana? Bagaimana disana selanjutnya? Bukankah seseorang harus mempertimbangkan semua hal ini!”.

Semua ini merupakan pertanda bahwa kita melayani Tuhan dengan syarat-syarat. Akan tetapi, rasul Paulus tanpa syarat-syarat – tanpa reserve. Paulus memusatkan kehidupannya pada gagasan Yesus Kristus tentang seorang kudus Perjanjian Baru, yaitu bukan seorang yang semata-mata memberitakan Injil melainkan seorang yang menjadi roti yang dipecahkan dan anggur yang dicurahkan di tangan Yesus Kristus demi hidup orang lain.

 

Alkitab setahun: Bilangan 12-14; Markus 5:21-43

*) Judul asli renungan “The Destitution of Service”. Kata destitution, dari kata destitute, menurut Kamus Cambridge, lebih dari sekedar miskin, tapi begitu miskin sehingga tidak mempunyai kebutuhan pokok dan uang.

mu160225

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s