Kemudian Apakah Tindakan Selanjutnya

mu150609_arti_meminta_luk 11_10

 

 ”Karena setiap orang yang meminta, menerima.” (Lukas 11:10)

Mintalah apabila Anda belum menerima.

TIDAK ada yang lebih sulit dari pada meminta. Kita akan teramat merindukan dan berhasrat untuk memperoleh sesuatu, dan  bahkan menjadi sedih apabila tidak memperolehnya.

Akan tetapi barulah ketika kita sampai batas keputusasaan kita baru meminta. Adalah rasa tidak berdaya secara rohani yang membuat Anda meminta.

Sudah pernahkah Anda meminta dari kedalaman ketidaklayakan dan kemiskinan Anda? “Apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah …” (Yakobus 1:5), tetapi pastikanlah bahwa Anda memang kurang hikmat sebelum Anda meminta.

Anda tidak dapat membuat diri Anda mencapai realitas rohani setiap kali Anda menginginkannya. Hal terbaik untuk dilakukan, begitu Anda menyadari bahwa Anda sesungguhnya merasa tidak beres secara rohani, ialah meminta kepada Allah untuk mendapat Roh Kudus, dengan mendasarkan permohonan Anda atas janji Yesus Kristus (lihat Lukas 11:13). Roh Kuduslah yang membuat segala perbuatan Yesus menjadi riel atau nyata dalam hidup Anda.

Karena setiap orang yang meminta, menerima... ”. Hal ini tidak berarti bahwa Anda tidak akan mendapatkan sesuatu jika Anda tidak meminta, tetapi itu berarti bahwa sebelum Anda sampai pada arti sesungguhnya meminta, Anda tidak akan (mengalami) menerima dari Allah (lihat Matius 5:45).

Dapat menerima berarti bahwa Anda telah memasuki hubungan seorang anak Allah, dan sekarang secara mental Anda memahami dan menghargai, dan dengan pengertian rohani, bahwa hal-hal ini berasal dari Allah.

Apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat...” Jika Anda menyadari bahwa Anda kekurangan atau tidak mempunyai apa-apa, itu karena Anda telah mulai melihat kenyataan rohani — jangan biarkan penalaran menghalangi pandangan Anda.

Kata ”meminta” sebenarnya berarti “memohon dengan sangat” atau ”mengemis”. Sebagian orang cukup miskin untuk tertarik pada kemiskinan mereka, dan sebagian kita cukup miskin rohani untuk menunjukkan minat kita.

Namun kita takkan pernah menerima jika kita meminta dengan suatu maksud tertentu dalam pikiran kita, meminta bukan dari kepapaan kita, tetapi dari hawa nafsu kita. Seorang papa tidak meminta kecuali dengan alasan sungguh-sungguh tak berdaya – hopeless, dan kegetiran kemiskinannya. Dia tidak merasa malu untuk mengemis – Berbahagialah orang yang fakir miskin (dalam roh) di hadapan Allah (lihat Matius 5:3).

 

Alkitab setahun: 2 Tawarikh 32-33, Yohanes 18:19-40

mu160609

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s