Kelepasan dari Perhambaan Diri Sendiri

mu170314_kelepasan.jpg

 

 

” …. kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati…” (Roma 6:16).

HAL PERTAMA yang harus saya akui bila saya merunut hal yang mengendalikan dan mendominasi saya adalah bahwa sayalah yang bertanggung jawab karena telah menyerahkan diri saya kepada sesuatu hal, apapun itu.

Jika saya menjadi hamba bagi diri saya sendiri, maka sayalah yang harus dipersalahkan karena entah dimana pada masa lalu saya telah menyerah kepada diri saya sendiri.

Demikian juga, jika saya mentaati Allah maka saya berbuat demikian karena pada saat tertentu dalam hidup saya, saya menyerahkan diri saya kepada Allah.

Jika seorang anak dibiarkan tunduk pada keakuan (selfishness), maka kita akan mendapati hal itu merupakan tirani paling memperbudak di bumi ini. Tidak ada kuasa dalam jiwa manusia itu sendiri yang sanggup mematahkan belenggu akibat dari menyerah pada sesuatu hal.

Misalnya, bila Anda menyerah satu detik saja pada apa pun yang bersifat hawa nafsu, maka walaupun Anda mungkin membenci diri sendiri karena telah menyerah, nyatanya Anda menjadi hamba pada hal tersebut. (Ingatlah apa arti hawa nafsu – “Aku harus memperolehnya sekarang”, apakah itu nafsu daging atau nafsu pikiran/angan-angan).

Tidak ada kelepasan atau keluputan dari hal itu yang berasal dari kekuatan manusia mana pun, kecuali melalui kuasa penebusan. Anda harus menyerahkan diri dengan penuh kerendahan hati kepada Pribadi satu-satunya yang dapat mematahkan kekuatan yang menguasai hidup Anda, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Seperti dikatakan, “…Ia telah mengurapi Aku … untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan...” (Lukas 4:18-19 dan Yesaya 61:1).

Bila Anda menyerah pada sesuatu, Anda akan segera menyadari akan kekangannya yang luar biasa atas diri Anda. Walaupun Anda berkata, “Ah, aku dapat membuang kebiasaan itu bila aku mau”, Anda akan tahu bahwa Anda tidak dapat melakukannya. Anda akan mendapati bahwa kebiasaan itu sepenuhnya menguasai Anda karena Anda dengan rela tunduk kepadanya.

Memang mudah untuk menyanyi, ”Dia (Tuhan) akan memutuskan setiap belenggu,” padahal pada saat yang bersamaan Anda menjalani hidup perhambaan yang nyata-nyata terhadap diri sendiri. Akan tetapi, penyerahan kepada Yesus akan mematahkan setiap bentuk perbudakan dalam hidup seseorang.

 

Alkitab setahun: Ulangan 20-22; Markus 13:21-37

mu150314

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s