Keinsafan Akan Dosa Pekerjaan Roh Kudus

mu130414_beban

 

“Celakalah aku! Aku binasa; sebab aku, aku ini seorang yang najis bibir :..  “ (Yesaya 6:5)

KETIKA saya memasuki maha hadirat Allah, maka tiba-tiba saya menyadari bahwa saya seorang yang berdosa dan fokus perhatian saya mulai tertuju pada titik pusat dosa dalam aspek tertentu dalam hidup saya.

Seseorang dengan mudah berkata, “Oh ya, aku tahu aku seorang berdosa,” tetapi pada saat dia datang ke hadirat Allah, dia tidak dapat meloloskan diri dengan pernyataan umum dan tidak jelas (indefinit) semacam itu.

Keinsafan kita harus terfokus pada dosa tertentu, dan seperti Yesaya, kita menyadari siapa kita sesungguhnya dihadapan Allah. Ini selalu menjadi tanda bahwa seseorang berada di hadirat Allah. Tidak pernah ada yang samar-samar akan kesadaran dosa, melainkan perhatian yang terarah pada beberapa hal yang spesifik kehidupan pribadi kita. Allah mulai menginsafkan kita akan suatu dosa tertentu dalam diri kita secara jelas, yang dikerjakan oleh Rohnya dalam hati pikiran kita.

Jika kita mau menyerah, tunduk pada penginsafan oleh Roh akan dosa tertentu tersebut, maka Dia akan membawa kita turun lebih dalam dimana Dia akan menyingkapkan keberadaan sifat dosa yang luar biasa dan mendasar dalam diri kita. Itulah cara Allah berurusan dengan kita bila kita sadar sepenuhnya akan hadirat-Nya.

Pengalaman akan perhatian kita yang diarahkan pada pemusatan dosa pribadi ini berlaku dalam dalam kehidupan setiap orang, dari orang kudus terbesar sampai kepada pendosa yang terburuk. Bila seseorang mulai menaiki tangga pengalaman ini, dia mungkin akan berkata, “Aku tidak tahu di mana aku telah salah”, tetapi Roh Allah akan menunjukkan dengan jelas dan spesifik dalam hal mana ia telah berdosa.

Akibat dari penglihatan Yesaya tentang kesucian Tuhan ialah pengarahan perhatiannya kepada fakta bahwa dia “seorang yang najis bibir”. “Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni”. (Yesaya 6:7).

Api yang menyucikan harus dikenakan di mana dosa telah terpusat.

 

Alkitab setahun: Ayub 25-27; Kisah Rasul 12

mu160703

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s