Membangun Kebiasaan untuk Tidak Mempunyai Kebiasaan

 

mu160513_hatinurani.jpg

 

Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil” (2 Petrus 1:8).

KETIKA kita mulai membentuk suatu kebiasaan, kita benar-benar menyadarinya. Ada waktunya ketika kita sadar telah menjadi orang yang berbudi baik dan saleh (virtuous and godly), tetapi kesadaran ini seharusnya hanya berupa sebuah tahap yang dengan cepat kita lalui sejalan dengan pertumbuhan rohani. Jika kita berhenti pada tahap ini, maka kita akan menjadi sombong rohani.

Hal yang benar yang dilakukan dengan kebiasaan saleh (godly habits) ialah dengan menenggelamkan diri dalam hidup bersama Tuhan sampai setiap kebiasaan menjadi suatu ekspresi spontan hidup kita, sehingga kita tidak lagi menyadarinya.

Memang, kehidupan rohani kita terus-menerus menyebabkan kita memfokuskan perhatian kita secara batiniah bermawas diri, karena setiap kita ada beberapa kualitas yang belum kita capai dalam hidup kita.

Ilah Anda mungkin berupa kebiasaan hidup kekristenan Anda — kebiasaan berdoa atau membaca Alkitab pada waktu tertentu. Perhatikanlah bagaimana Bapa surgawi akan mengguncangkan jadwal Anda jika Anda mulai menyembah kebiasaan Anda. Kita berkata, “Saya tidak dapat melakukan hal itu sekarang, ini waktu saya menyendiri dengan Tuhan”. Bukan, itu adalah waktu Anda menyendiri dengan kebiasaan Anda sendiri.

Ada kualitas yang masih belum ada dalam diri Anda. Kenalilah kekurangan Anda dan kemudian carilah peluang untuk melatih diri Anda mengatasi hal yang kurang tersebut.

Kasih seharusnya bukan suatu kebiasaan (yang disadari) – tetapi kebiasaan Anda sedemikian tenggelamnya dalam Tuhan sehingga Anda menerapkan kebiasaan itu tanpa menyadarinya.

Jika Anda secara sadar melihat kesucian Anda sendiri, Anda akan menempatkan pembatasan atas diri Anda untuk melakukan hal-hal tertentu — hal-hal yang Allah tidak membatasi Anda daripadanya sama sekali. Ini berarti memang ada kualitas yang kurang, yang perlu ditambahkan pada hidup Anda.

Satu-satunya hidup adikodrati ialah hidup yang dihayati oleh Tuhan Yesus, dan Dia nyaman, at home, dengan Allah di mana saja pun.

Adakah suatu tempat yang di dalamnya Anda merasa tidak betah dengan Allah?

Jika demikian, biarkan Allah bekerja melalui situasi apapun itu sampai Anda bertambah-tambah di dalam Dia, dan bertambah dalam kualitas-Nya. Maka hidup Anda akan menjadi sederhana – apa adanya – seperti hidup seorang anak.

 

Alkitab setahun: 2 Raja-raja 15-16; Yohanes 3:1-18

mu150612

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s