Lalu Apa Yang Dilakukan Selanjutnya? – Juni 8

mu15068_kedalaman_allah

 

“Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” (Yohanes 13:17)

BERTEKADLAH untuk mengetahui lebih banyak dari pada orang lain. Jika Anda sendiri tidak memutuskan tali yang menambat Anda di dermaga, maka Allah akan menggunakan badai untuk memutuskannya lalu mengirim Anda ke laut lepas. Serahkan segala sesuatunya kepada Allah, ikuti alunan gelombang besar maksud-Nya, maka mata Anda akan terbuka. Jika Anda percaya kepada Yesus, Anda tidak selayaknya menghabiskan waktu Anda di perairan tenang di pelabuhan, yang penuh dengan kegembiraan tetapi senantiasa tertambat di dermaga.

Anda harus keluar meninggalkan pelabuhan menuju ke kedalaman Allah yang besar, dan mulai mengenal hal-hal untuk diri Anda sendiri — mulai memiliki kemampuan menilai hal-hal rohani (spiritual discernment).

Jika Anda tahu bahwa Anda harus melakukan sesuatu dan Anda melakukannya, Anda dengan serta merta akan mengetahui lebih banyak lagi.

Periksalah diri Anda saat mana Anda menjadi malas dan kehilangan perhatian secara rohani, dan ketika Anda menelusuri kembali akan menemukan bahwa sebabnya adalah karena Anda tidak melakukan sesuatu yang Anda tahu seharusnya melakukannya.

Anda tidak melakukan hal itu karena sepertinya tidak merasa ada panggilan untuk melakukannya. Dan sekarang Anda tidak mempunyai pengertian atau pemahaman hal-hal rohani, sehingga pada saat kritis Anda kacau secara rohani, dan tidak mempunyai pengendalian-diri rohani sebagaimana seharusnya.

Adalah bahaya untuk menolak terus belajar dan mengetahui lebih banyak.

Ketaatan palsu adalah keadaan pemikiran yang membuat Anda menciptakan kesempatan untuk mengorbankan diri, dan usaha serta semangat Anda diartikan-salah sebagai kemampuan menilai hal-hal rohani.

Memang lebih mudah mengorbankan diri dari pada melaksanakan tugas rohani Anda, yang dinyatakan dalam Roma 12:1-2. Sesungguhnya jauh lebih baik untuk memenuhi maksud-tujuan Allah dalam hidup Anda dengan memahami kehendak-Nya dari pada melakukan tindakan pengorbanan diri yang hebat. Seperti dikatakan oleh firman Tuhan, mendengarkan, patuh, lebih baik dari pada korban (1 Samuel 15:22).

Waspadalah perhatian Anda tertambat pada keberadaan dan pengalaman sebelumnya, ketika Allah menginginkan Anda menjadi sesuatu yang tidak pernah alami sebelumnya. “Siapa saja yang mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu... ”(Yohanes 7:17).

 

Alkitab setahun:  2 Khronika 30-31; Johanes 18:1-18

mu160608

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s