Jika Anda Memuaskan Diri Sendiri dengan Berkat dari Allah…

mu14903_berkat

 

“Tetapi ia (Daud) tidak mau meminumnya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada ALLAH” (2 Samuel 23:16)

APAKAH yang sudah menjadi “seperti air dari sumur Betlehem”  bagi Anda baru-baru ini – cinta kasih, persahabatan, berkat rohani (2 Samuel 23:16)? Sudahkah Anda menahaninya, apapun bentuknya, hanya demi kepuasan diri sendiri, dan hanya akan merusak jiwa Anda sendiri? Jika Anda melakukannya, Anda tidak dapat mencurahkannya bagi Allah. Anda tidak dapat menguduskan bagi Allah apa yang Anda inginkan untuk mencapai kepuasan diri sendiri.

Jika Anda memuaskan diri sendiri dengan berkat dari Allah, itu akan merusak Anda. Anda harus mengorbankannya, mencurahkannya bagi Allah – sekalipun akal sehat Anda mengatakan lain.

Bagaimana saya mencurahkan bagi Allah  cinta kasih atau berkat rohani yang saya terima? Hanya dalam satu cara: dengan kebulatan tekad dan pikiran saya.

Ada hal-hal tertentu yang dilakukan orang lain yang tidak pernah bisa diterima oleh seseorang yang tidak mengenal Allah, karena secara manusia mustahil untuk membalasnya. Tetapi setelah menyadari bahwa berkat-berkat itu terlalu ajaib bagi saya, dan saya tidak berhak menerimanya, dan bahwa itu tidak dimaksudkan sama sekali untuk seorang manusia seperti saya, maka saya harus mencurahkannya bagi Allah. Kemudian hal-hal yang telah saya terima ini akan dicurahkan sebagai “aliran-aliran air hidup” kepada semua orang disekitar saya (Yohanes 7:38). Dan sebelum saya mencurahkan semua hal-hal ini bagi Allah, itu sesungguhnya “membahayakan” mereka yang saya cintai serta diri sendiri karena hal-hal itu akan berubah menjadi nafsu. Ya, betul memang. Kita bisa penuh “hawa nafsu” dalam hal-hal yang bukan kotor dan cemar. Bahkan cinta kasih harus ditransformasikan dengan mencurahkannya bagi Allah.

Jika Anda menjadi pahit dan masam, itu karena ketika Allah memberi Anda sebuah berkat, Anda menimbunnya untuk diri sendiri. Namun bila Anda telah mencurahkannya bagi Dia, Anda akan menjadi orang yang paling berbudi manis didunia.

Jika Anda selalu menahan berkat bagi diri sendiri dan tidak pernah belajar untuk mencurahkannya bagi Allah, orang lain tidak mendapatkan pandangan yang lebih luas tentang Allah melalui Anda.

 

Alkitab dalam satu tahun: Mazmur 140-142; 1 Korintus 14: 1-20

mu160903

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s