“Mengapa Aku Tidak Dapat Mengikuti Engkau Sekarang” – Januari 4

mu160104_followingjesus

 

Kata Petrus kepada-Nya: Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang?” (Yohanes 13:37).

ADAKALANYA Anda tidak mengerti mengapa Anda tidak dapat melakukan tindakan yang ingin Anda lakukan. Jika Allah mendatangkan suatu masa penantian, dan tampaknya tidak ada jawaban, janganlah mengisinya dengan kesibukan, tetapi nantikanlah.

Masa penantian mungkin datang untuk mengajarkan Anda tentang makna pengudusan — dipisahkan dari dosa dan disucikan — atau itu mungkin datang sesudah proses pengudusan dimulai untuk mengajarkan Anda makna pelayanan. Jangan bertindak sebelum Allah memberikan petunjuk-Nya. Jika Anda bimbang sedikit saja, maka Dia tidak membimbing. Bila ada kebimbangan — nantikanlah.

Pada awalnya Anda mungkin melihat jelas apa yang menjadi kehendak Allah, seperti putusnya suatu hubungan bisnis, atau hal lain yang Anda rasakan dengan jelas sebagai kehendak Allah yang harus Anda lakukan.

Namun jangan sekali-kali bertindak berdasarkan dorongan perasaan itu. Jika Anda melakukannya, maka Anda akan menimbulkan situasi sulit yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk memahaminya. Tunggulah waktu Allah, maka Dia akan melakukanNya tanpa mengakibatkan sesuatu yang menyakitkan atau mengecewakan. Apabila itu merupakan pertanyaan yang menyangkut kehendak Allah, tunggulah sampai Ia bertindak.

Petrus dalam nats kita tidak menantikan Allah. Dia mengkaji-kaji dalam hatinya dimana ujian akan datang, dan ujian datang dari tempat yang sama sekali tidak diduganya. Pernyataan Petrus, “Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!”, merupakan pernyataan yang jujur tetapi bodoh. Yesus menjawab, “…sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali” (Yohanes 13:38). Hal ini diucapkan Yesus dengan pengetahuan yang lebih mendalam tentang diri Petrus ketimbang yang diketahui Petrus tentang dirinya sendiri. Dia tidak dapat mengikuti Yesus karena dia tidak cukup mengenal dirinya atau kemampuan pribadinya.

Pengabdian yang datang dari diri kita mungkin cukup membuat kita tertarik kepada Yesus, untuk membuat kita tertarik pada pesona-Nya yang istimewa. Akan tetapi, hal itu takkan pernah membuat kita menjadi murid-Nya. Pengabdian dari diri kita pada Yesus hanya akan gagal bahkan dapat menyangkaliNya, dan tidak mencapai makna sesungguhnya tentang mengikut Dia.

 

Alkitab setahun: Kejadian 10-12; Mateus 4

mu160104

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s