”Janganlah Padamkan Roh”

mu_160813_teguranroh

 

“Janganlah padamkan Roh” (1 Tesalonika 5:19).

SUARA ROH Allah itu selembut angin sepoi di musim panas — sedemikian lembutnya sehingga bila Anda tidak hidup dalam persekutuan penuh dengan Allah, maka Anda takkan pernah mendengarnya.

Kesadaran akan teguran dan peringatan yang diberi Roh datang dalam diri kita dengan cara-cara yang paling lembut dan mengagumkan.

Jika Anda tidak cukup peka untuk mengenali suara-Nya, maka Anda akan memadamkannya, dan hidup rohani Anda akan terhambat.

Kesadaran akan peringatan/teguran (Roh) ini selalu datang seperti “angin sepoi-sepoi basa”, sedemikian lembutnya sampai tidak seorang pun kecuali seorang yang suci Allah yang dapat mengenalinya.

Waspadalah jika dalam sharing kesaksian pribadi, Anda terus menoleh ke belakang dan berkata, “Bertahun-tahun yang lampau, saya diselamatkan.” Jika Anda telah “siap membajak” dan sedang berjalan dalam terang, Anda tidak boleh “menoleh ke belakang” – pengalaman masa lampau seharusnya terlihat dalam dalam persekutuan dan persatuan yang mengagumkan dengan Allah masa kini. (Lukas 9:62 dan 1 Yohanes 1:6-7).

Jika Anda jauh dari terang, Anda menjadi seorang Kristen sentimental, dan hidup hanya pada kenangan masa lalu Anda, dan kesaksian Anda hanya akan kedengarannya bagus dan menarik.

Waspadalah terhadap upaya menutupi penolakan Anda untuk “berjalan dalam terang” dengan mengangkat kembali pengalaman masa lalu Anda saat Anda memang “berjalan dalam terang” (1 Johanes 1:7).

Bila Roh memberi Anda kesadaran akan peringatan/kekangan itu, berhentilah dan bereskanlah. Atau kalau tidak, Anda akan terus memadamkan dan mendukakan Dia bahkan tanpa menyadarinya.

Misalkan Allah membawa Anda pada suatu krisis dan Anda hampir menjalaninya tetapi tidak selengkapnya, Dia akan merancang krisis lain lagi untuk menyentak Anda. Tetapi kali ini kalau Anda tidak taat, intensitas kritis akan hilang. Kesadaran Anda akan teguran-Nya semakin lemah diakibatkan ketidaktaatan tersebut.

Jika Anda terus-menerus mendukakan Roh-Nya, akan datang waktunya krisis seperti itu tidak ada artinya, karena Anda telah sepenuhnya memadamkan Dia. Akan tetapi, jika Anda mau terus maju melalui krisis itu, kehidupan Anda akan menjadi kidung pujian bagi Allah.

Jangan pernah terlibat dengan apa pun yang terus menyakiti Allah. Agar Anda bebas dari hal itu, Allah harus dipersilakan untuk merusaknya, apapun itu.

 

Alkitab setahun: Mazmur 87-88; Roma 13

mu160813

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s