Jangan Membuat Rencana Tanpa Allah

mu130705_rencana dg allah

 

“Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya dan Ia akan bertindak.” (Mazmur 37:5)

Jangan membuat rencana tanpa Allah. Allah tampaknya ”suka” mengambil jalan membuyarkan rencana yang telah kita buat, bila tidak melibatkan Dia dalam rencana kita. Ketika kita memilih sendiri situasi yang tidak dipilih oleh Allah, tiba-tiba kita sadar bahwa kita telah membuat rencana tanpa Dia. Dan bahkan kita tidak memasukkan Dia sebagai faktor penting, unsur penentu, dalam perencanaan hidup kita.

Satu-satunya hal yang dapat mencegah kita dari kemungkinan kekhawatiran ialah dengan melibatkan Allah sebagai faktor penentu/terbesar ke dalam semua rencana kita.

Dalam masalah rohani memang biasa bagi kita untuk menempatkan Allah yang pertama, tetapi kita cenderung berpikir bahwa hal itu tidak cocok dan tidak perlu untuk menempatkan Dia pertama dalam urusan hidup kita sehari-hari.

Jika kita berpendapat bahwa kita harus memakai “wajah rohani” terlebih dahulu sebelum kita dapat mendekati Allah, maka kita takkan pernah mendekat kepadaNya. Kita harus datang sebagaimana kita ada.

Jangan membuat rencana dengan mengira-ngira hal jahat yang dihadapi. Apakah Allah bersungguh-sungguh menyatakan bagi kita agar membuat perencanaan tanpa memperhitungkan hal jahat yang ada di sekitar kita? Kasih ….. tidak memikirkan yang jahat (evil) seperti disebutkan dalam 1 Korintus 13:4-5 (cemburu, memegahkan diri, sombong, tidak sopan dan mencari keuntungan diri sendiri, pemarah, menyimpan kesalahan). Kasih bukannya mengabaikan keberadaan hal jahat tetapi kasih tidak memperhitungkan hal jahat sebagai unsur penentu dalam perencanaan.

Bila kita terpisah dari Allah, kita memperhitungkan hal jahat dalam melakukan semua perencanaan kita dan kita mencoba mengkaji-kaji semua pekerjaan kita dari sudut pandang hal jahat tersebut.

Jangan membuat rencana dengan pikiran akan ada ”hari-hari hujan”. Anda tidak perlu menumpuk untuk keperluan ”hari-hari hujan” jika Anda benar-benar mempercayai Kristus. Yesus berkata, “Janganlah gelisah hatimu” (Yohanes 14:1). Allah tidak akan menjaga hati Anda dari terkena masalah. Tetapi perintah-Nya adalah, “Jangan biarkan … …”

Untuk melakukan perintah itu, hendaklah Anda selalu bangkit kembali, kalaupun Anda jatuh seratus kali sehari, sampai Anda terbiasa menempatkan Allah yang pertama dan membuat perencanaan dengan Dia dalam setiap gerak hidup Anda.

 

Alkitab setahun: Ayub 30-31; Kisah Rasul 13:25-52

mu160705

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s