Jagalah Tetap pada Panggilan Anda

 

mu160101_panggilan

 

“Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku”. – Filipi 1:20

Pengabdianku hanya bagi Kemulian-Nya. ” . . . Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu …..” Kita semua akan merasa sangat malu jika kita tidak menyerahkan kepada Yesus bidang-bidang kehidupan kita yang Allah telah meminta kita untuk menyerah kepada-Nya. Paulus seolah-olah berkata, “Tujuan dan tekad saya adalah menjadi yang terbaik bagi-Nya – yang terbaik saya untuk kemuliaan-Nya”.

Untuk mencapai tingkat tekad demikian adalah soal kehendak, bukan soal argumentasi atau penalaran. Ini adalah penyerahan mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar atas pemusatan kehendak pada tujuan tersebut.

Ada sejumlah pemikiran dan pertimbangan untuk diri kita sendiri yang membuat kita tidak pernah sampai pada membuat keputusan seperti itu, meskipun kita menutupinya dengan berpura-pura bahwa itu adalah orang lainlah yang kita pertimbangkan. Ketika kita berpikir serius tentang apa yang akan akibatnya bagi orang lain jika kita mematuhi panggilan Yesus, sama saja dengan mengatakan kepada Tuhan bahwa Dia tidak tahu apa arti ketaatan itu.

Jagalah agar Anda tetaplah pada panggilan Anda – untuk hal lainnya Dia tahu apa yang harus dilakukan-Nya. Tutuplah pintu bagi setiap pikiran yang lain dan jagalah diri Anda di hadapan Allah dalam satu titik ini: segala sesuatu yang terbaik dariku hanya untuk kemuliaan-Nya – my utmost for His Highest. Saya bertekad untuk menjadi benar-benar dan sepenuhnya untuk-Nya dan hanya Dia.

Tekad saya sepenuhnya bagi Kekudusan-NyaMy Unstoppable determination or His Holiness. ” Apakah itu berarti hidup atau mati – tidak ada bedanya! ” (Lihat Filipi 1:21 ). Paulus bertekad bahwa tidak akan ada yang menghentikan dia dari melakukan apa yang Tuhan inginkan.

Tetapi sebelum kita memilih untuk mengikuti kehendak Tuhan, krisis harus membentuk hidup kita. Hal ini terjadi karena kita cenderung tidak responsif terhadap dorongan Allah yang lembut. Ketika Dia membawa kita ke tempat di mana Dia meminta kita untuk menjadi yang terbaik bagi-Nya dan kita mulai mengatakan “mengapa Tuhan”. Kemudian Dia dalam rahmat-Nya membiarkan kita masuk dalam krisis di mana kita harus memutuskan – “ya” untuk Tuhan atau menolak. Saat itu kita berada di persimpangan jalan dalam kehidupan kita.

Jika krisis datang kepada Anda di segi apapun dalam hidup Anda, serahkanlah kehendak Anda kepada Yesus secara mutlak dan jangan pernah mundur.

 

Alkitab dalam Satu Tahun: Kejadian 1-3; Matius 1

mu160101

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s