Iman untuk Tahan dan Bertekun

 

mu150508_iman

“Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun ……” (Wahyu 3:10)

KETEKUNAN berarti lebih daripada daya tahan — lebih dari sekedar bertahan sampai akhir. Hidup seorang percaya ada di tangan Allah, seperti busur dan anak panah di tangan seorang pemanah.

Allah mengarahkan busur dan anak panah tersebut ke sasaran tertentu yang tidak dapat dilihat oleh orang tersebut, tapi Ia terus merentangkan dan meregangkannya, dan sebentar-sebentar orang percaya itu mengeluh, “Aku tidak sanggup lagi menanggungnya”. Namun Allah tidak mengindahkannya. Dia terus merentangkannya sampai sasaran-Nya terlihat, lalu dilepaskan-Nya anak panah itu.

Percayakan diri Anda di tangan Allah. Adakah sesuatu dalam hidup Anda untuk mana Anda membutuhkan ketekunan sekarang? Pertahankan hubungan yang akrab dengan Yesus Kristus melalui ketekunan iman. Berserulah seperti Ayub, “Jika Allah hendak membunuhku, aku berserah saja” (Ayub 13:15, LAI-BIS).

Iman bukanlah perasaan lemah tak berdaya, dan iba diri, melainkan keyakinan yang kokoh dan penuh semangat yang dibangun berdasarkan kenyataan bahwa Allah itu kasih yang suci. Dan walaupun Anda tidak dapat melihat-Nya sekarang dan tidak dapat memahami hal yang sedang dilakukan-Nya, tetapi Anda mengenal-Nya.

Bencana akan terjadi dalam hidup Anda bila Anda tidak memiliki kesabaran batiniah membangun diri Anda diatas kebenaran kekal bahwa Allah itu kasih yang suci. Iman adalah ikhtiar terbesar dalam hidup Anda — menghempaskan diri Anda dengan penuh keyakinan untuk bersandar kepada Allah.

Allah memberikan seluruh milik-Nya dalam Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita, dan sekarang Dia ingin kita memberikan semua yang kita miliki dengan yakin sepenuhnya kepadaNya.

Ada segi-segi dalam hidup kita dimana iman belum bekerja dalam kita — tempat-tempat yang belum disentuh oleh kehidupan Allah.

Tidak ada tempat seperti itu dalam kehidupan Yesus Kristus, dan seharusnya demikian juga dalam hidup kita. Yesus berdoa, “Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau...” (Yohanes 17:3).

Arti sesungguhnya dari hidup kekal ialah hidup yang mampu menghadapi apa pun yang harus dihadapi tanpa bimbang. Jika kita mau menerima pandangan ini, hidup kita akan menjadi suatu kehidupan yang indah dan agung – suatu great romance, suatu kesempatan mulia melihat hal-hal yang mengherankan setiap waktu. Allah memimpin dan mengajar (mendisplin) kita untuk mengantar kita masuk dalam pusat kuasa hidup ini.

 

Alkitab setahun: 2 Raja-raja 4-6; Lukas 24:36-53

mu150508

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s