Ibadah Penyembahan

mu160106_pelayanan

 

 

Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN” (Kejadian 12:8).

IBADAH/penyembahan (worship) adalah memberikan kepada Allah hal terbaik yang telah diberikan-Nya kepada Anda. Berhati-hatilah memperlakukan milik Anda yang terbaik.

Bila Anda menerima berkat dari Allah, berikanlah kembali kepada-Nya sebagai persembahan kasih. Luangkan waktu untuk meditasi di hadapan Allah dan persembahkanlah berkat itu kembali kepada-Nya dalam suatu tindakan ibada dan penyembahan yang sungguh.

Jika Anda menimbun berkat tersebut untuk diri sendiri, maka itu akan berubah menjadi kebusukan rohani, seperti yang terjadi atas manna yang ditimbun (lihat Keluaran 16:20). Allah tidak pernah mengizinkan Anda menyimpan berkat rohani seluruhnya untuk Anda sendiri. Itu harus diberikan kembali kepada-Nya agar Dia dapat menjadikannya berkat bagi orang lain.

Betel melambangkan persekutuan dengan Allah, sedangkan Ai melambangkan dunia; dan Abram memasang kemahnya di antara dua tempat itu. Nilai kekal pelayanan kita bagi Allah keluar (kepada umum) diukur dari dalamnya keakraban persekutuan dan persatuan kita dengan Dia. Setiap kali terburu-buru dalam melakukan ibadah/penyembahan merupakan sikap atau perilaku yang keliru —  selalu ada banyak waktu untuk menyembah Allah. Hari-hari yang disisihkan untuk ”santai” dapat menjadi jerat yang mengurangi kebutuhan untuk mengadakan saat teduh setiap hari dengan Allah.

Itulah sebabnya kita harus “memasang kemah” di tempat kita selalu mempunyai saat teduh bersama Dia, betapa pun hingar-bingarnya waktu kita dengan dunia ini. Tidak ada tiga tingkat kehidupan rohani – ibadah/penyembahan, penantian dan pekerjaan.

Namun sebagian dari kita tampaknya merupakan katak-katak rohani yang melompat dari penyembahan ke penantian, dan dari penantian ke pekerjaan. Allah bermaksud agar ketiganya (penyembahan, penantian dan pekerjaan) berjalan bersama-sama. Ketiga hal itu selalu berjalan bersama-sama dalam kehidupan Yesus Tuhan kita dan merupakan keserasian yang sempurna.

Hal ni merupakan disiplin yang harus dikembangkan karena tidak akan terjadi dalam waktu yang singkat.

 

Alkitab setahun: Kejadian 16-17; Mateus 5:27-48

mu160106

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s